TANGERANG, detikkota.com – Menteri Haji dan Umrah RI Moch. Irfan Yusuf menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M melalui penguatan digitalisasi, transparansi, dan pengawasan ketat.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah soft launching aplikasi Persiapan Haji yang kini hampir rampung 100 persen. Aplikasi ini dirancang untuk meningkatkan kesiapan jemaah melalui layanan berbasis digital.
Selain itu, Kementerian juga menghadirkan Aplikasi Haji dan Umrah Store guna memudahkan jemaah dalam memenuhi kebutuhan logistik dan oleh-oleh tanpa mengganggu fokus ibadah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Aplikasi ini memudahkan jemaah agar tetap khusyuk beribadah, sementara kebutuhan lainnya tetap terpenuhi,” ujar Irfan Yusuf.
Dalam upaya memperlancar mobilitas jemaah di Arab Saudi, pemerintah juga akan mendistribusikan kartu Nusuk kepada jemaah sejak di Indonesia sebelum keberangkatan.
Menhaj menekankan pentingnya transparansi dalam setiap kebijakan, termasuk dalam proses pemilihan vendor layanan haji. Pengawasan juga diperketat dengan melibatkan Komisi VIII DPR RI melalui evaluasi langsung di lapangan.
Ia menegaskan, berbagai permasalahan pada penyelenggaraan haji sebelumnya, seperti keterlambatan distribusi Nusuk, konsumsi saat hari tasyrik, transportasi, hingga pemisahan keluarga, tidak boleh terulang.
“Semua catatan tersebut harus menjadi perhatian serius. Tidak ada toleransi,” tegasnya.
Menutup keterangannya, Menhaj mengajak seluruh pihak untuk menjadikan pelayanan kepada jemaah sebagai bagian dari ibadah demi menghadirkan penyelenggaraan haji yang lancar, aman, dan penuh berkah.
Penulis : M
Editor : M/Red
Sumber Berita: Rilis Kementerian Haji dan Umroh







