Museum di Kediri Dijarah, Gedung Grahadi Surabaya Terbakar Saat Aksi Demo

Rabu, 3 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Grahadi Surabaya Saat Dibakar Massa Saat Demo.

Gedung Grahadi Surabaya Saat Dibakar Massa Saat Demo.

MOJOKERTO, detikkota.com – Gelombang aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai kota di Indonesia berimbas pada museum dan bangunan cagar budaya. Sejumlah koleksi bersejarah di Museum Bagawanta Bhari Kediri dijarah, sementara Gedung Negara Grahadi Surabaya terbakar pada Sabtu (30/8/2025).

Dari catatan petugas, koleksi yang hilang di Museum Bagawanta Bhari antara lain Kepala Ganesha, kain batik Wastra, dan buku-buku lama. Beberapa koleksi lain seperti miniatur lumbung mengalami kerusakan, sedangkan arca Bodhisatwa dan bata berinskripsi mantra berhasil diselamatkan juru pelihara.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Endah Budi Heryani melalui Pamong Budaya Ahli Muda, Mohammad Ichwan, menyesalkan insiden tersebut. Menurutnya, cagar budaya merupakan identitas bangsa yang harus dijaga bersama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sangat menyayangkan peristiwa yang menyebabkan kerusakan dan kehilangan koleksi museum serta cagar budaya ini,” ujarnya saat on air di Radio Karimata, Rabu (3/9/2025).

BPK Wilayah XI kini berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan kajian kerusakan. Ichwan berharap masyarakat turut menjaga warisan budaya yang menjadi kebanggaan bersama.

Selain museum, gedung cagar budaya Grahadi Surabaya juga menjadi sasaran massa. Bangunan yang berdiri sejak 1795 itu terbakar di sisi barat depan. Gedung Grahadi merupakan rumah dinas resmi Gubernur Jawa Timur.

Polda Jawa Timur memperkirakan kerugian akibat aksi anarkis di Surabaya mencapai lebih dari Rp124 miliar, termasuk kerusakan bangunan cagar budaya. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menyebut angka tersebut masih sementara karena pendataan aset terdampak masih berlangsung.

Kerusakan juga menimpa Polsek Tegalsari yang berstatus cagar budaya, pos lalu lintas, pos laka, dan sejumlah fasilitas kepolisian lainnya. Polisi telah menetapkan pasal berlapis terhadap para tersangka, di antaranya Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, Pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap orang atau barang, hingga Pasal 187 KUHP tentang pembakaran.

Selain itu, penyidik juga menerapkan Pasal 212 KUHP tentang melawan petugas, Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, Pasal 53 KUHP tentang percobaan kejahatan, serta Pasal 406 KUHP tentang perusakan.

Abast menegaskan pihaknya masih mendalami keterlibatan para pelaku, termasuk dugaan provokator yang teridentifikasi melalui media sosial.

Berita Terkait

Temui Presiden FIFA, Prabowo Dorong Sepak Bola Jadi Instrumen Bangun Karakter Bangsa
Presiden Prabowo Minta Komunikasi Pemerintah Sederhana, Terbuka, dan Dialogis
BGN Buka Jalan Mitra MBG Ganti Yayasan yang Cuma Minta Setoran
Polri Mutasi 88 Pati dan Pamen, 19 Kapolda Berganti
Pesan Listyo Sigit untuk Kapolri Suyudi: Jaga Amanah dan Utamakan Pelayanan Masyarakat
SPMB Angkatan Ketiga SMA KTB Dibuka, 180 Siswa Disiapkan Beasiswa Penuh
Prabowo Minta Antrean BPJS Dipangkas, Rumah Sakit Diminta Layani Pasien Tanpa Diskriminasi
IAWP 2026 Bahas Perdagangan Orang, Polwan Indonesia Perkuat Jejaring Internasional

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Temui Presiden FIFA, Prabowo Dorong Sepak Bola Jadi Instrumen Bangun Karakter Bangsa

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:53 WIB

BGN Buka Jalan Mitra MBG Ganti Yayasan yang Cuma Minta Setoran

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Polri Mutasi 88 Pati dan Pamen, 19 Kapolda Berganti

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Pesan Listyo Sigit untuk Kapolri Suyudi: Jaga Amanah dan Utamakan Pelayanan Masyarakat

Selasa, 29 September 2026 - 08:59 WIB

SPMB Angkatan Ketiga SMA KTB Dibuka, 180 Siswa Disiapkan Beasiswa Penuh

Berita Terbaru