Nelayan Diminta Waspada, Ini yang Akan Terjadi Pada Puncak Musim Hujan

Jumat, 17 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas III Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura meminta nelayan di sepanjang pesisir hingga daerah Kepulauan Sumenep mewaspadai cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi pada puncak musim penghujan tahun ini.

Kepala BMKG Kalianget Sumenep, Usman Holid mengatakan, pada puncak musim penghujan tidak hanya hujan deras maupun angin kencang, akan tetapi kilat disertai petir akan terjadi di Kabupaten Sumenep.
Menurutnya, dampak dari puncak musim penghujan pada Februari ini gelombang laut diprediksi masih relatif tinggi, sehingga perlu mewaspadai kegiatan transportasi laut, terutama bagi nelayan. “Jadi peringatan dini, tentunya menjadi perhatian pihak pengelola transportasi laut. Terutama, masyarakat di kepulauan yang sehari-hari berprofesi sebagai nelayan,” tuturnya, Jumat (17/2/2023).
Selain itu, lanjut Usman, warga juga diminta mewaspadai potensi terjadinya bencana hidrometeorologi atau genangan air, banjir, banjir bandang, puting beliung, hujan es, maupun tanah longsor untuk wilayah dataran tinggi.
Terpisah, Kasat Polairud Polres Sumenep, AKP Totok Niaribono mengaku sudah memberikan imbauan perihal keselamatan berlayar bagi para nelayan, kapal penumpang, kapal barang serta pengguna jasa maritim lainnya di Kabupaten Sumenep. “Kita sudah menekankan lagi pada pengguna jasa laut untuk selalu berhati-hati, terutama bagi nelayan,” imbuh Totok.
Hujan deras yang disertai oleh angin kencang itu, kerap terjadi pada kondisi malam hingga pagi hari. Sehingga, nelayan yang melakukan aktivitas laut pada malam hari, untuk selalu menggunakan alat keselamatan dan melihat prakiraan cuaca. “Jika kondisi cuaca tidak bagus, sebaiknya tidak melaut,” pungkasnya.(red)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Layanan Adminduk Online Tekan Antrean Pemohon di MPP Siola Surabaya
SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87
Dinas Pertanian Subang Distribusikan Bantuan Program Upland untuk Petani Nanas
Pantau Penyemprotan Padi dengan Drone, Bupati Sumenep Dorong Swasembada Pangan Berbasis Petani
Bunda Indah Ajak Kepala Desa Solid Bangun Lumajang Lewat PKDI
Kapasitas Fiskal Rendah Jadi Tantangan Utama Penyusunan RKPD Lumajang 2027
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Pimpin Apel Perdana 2026, Wali Kota Probolinggo Tekankan Penguatan Kinerja ASN

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:07 WIB

Layanan Adminduk Online Tekan Antrean Pemohon di MPP Siola Surabaya

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:06 WIB

SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Kamis, 8 Januari 2026 - 12:21 WIB

Dinas Pertanian Subang Distribusikan Bantuan Program Upland untuk Petani Nanas

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:34 WIB

Pantau Penyemprotan Padi dengan Drone, Bupati Sumenep Dorong Swasembada Pangan Berbasis Petani

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:24 WIB

Bunda Indah Ajak Kepala Desa Solid Bangun Lumajang Lewat PKDI

Berita Terbaru

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Pemerintahan

SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Jumat, 9 Jan 2026 - 14:06 WIB