Operasi Ketupat Semeru 2022 Angka Kecelakaan di Jatim Turun 50 Persen

Rabu, 11 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAWA TIMUR, detikkota.com – Kombes Pol Latif Usman Direktur Ditlantas Polda Jatim menyampaikan hasil Analisa dan Evaluasi Pelaksanan Operasi Ketupat Semeru 2022. Meski memang ada beberapa kepadatan yang terjadi tapi tidak terjadi di stagnan apalagi kemacetan.

“Allhamdulillah di tahun 2022 pelaksana operasi ketupat fatalitas korban bisa ditekan 50 persen dibanding tahun lalu, maupun pada saat sebelum pelaksana operasi. Memang jumlah kecelakaan tinggi karena aktivitas masyarakat tinggi, tapi yang penting korban meninggal dunia dapat kita minimalisir,” kata Kombes Pol Latif Usman di depan para awak media di Ruang Dirlantas Polda Jatim, Rabu (11/5/2022).

Ia juga menyampaikan dengan adanya tol yang tersambung Jakarta ke Surabaya sangat membantu pemudik demikian juga rest area sangat membantu pemudik untuk lebih nyaman beristirahat, baik untuk arus mudik demikian juga arus balik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Orang di Jawa Timur orang yang masuk dan keluar ini sama, sehingga Jawa Timur, menurut saya sudah menjadi tempat tujuan mudik dan tujuan balik karena data dari masuk dan balik itu perbedaannya sekitar 60 sampai 40 persen, jadi keluar masuknya sangat berimbang kalau dari data selisihnya hanya 21 ribu kendaraan yang keluar masuk kendaraan,” jelasnya.

Sedangkan untuk tempat wisata di Jawa Timur, lanjut Kombes Pol Latif semua berjalan lancar, dan nyaman karena pengunjung yang datang terutama di Malang Raya, Bromo, Pasuruan, Sarangan maupun Banyuwangi juga bisa berjalan dengan baik.

Sebagai catatan khusus untuk mudik tahun ini, kata Latif ada beberapa ttitik yang memang harus selesaikan bersama-sama stakeholder terutama soal perlintasan kereta api.

“Seperti hambatan di lintasan kereta api, demikian juga tempat wisata yang ada lintasan kereta api, ini mengakibatkan perlambatan karena ada kendaraan yang tertahan,” tukasnya. [Redho]

Berita Terkait

Probolinggo Marching Championship 2025 Meriahkan HUT ke-80 PGRI dan HGN
Status Gunung Semeru Turun ke Level III, Warga Diminta Tetap Waspada
Perkins International Gelar Pelatihan Fisioterapi untuk Guru dan Orang Tua ABK di Banyuwangi
Kerusakan Meluas, Bupati Indah Sampaikan Kebutuhan Pemulihan ke Timwas Bencana DPR RI
Dua Korban Luka Bakar Erupsi Semeru Alami Perkembangan Positif
Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 800 Meter dan Status Tetap Level IV Awas
Pangdam V/Brawijaya Tinjau Lokasi Terdampak Erupsi Semeru, Pastikan Penanganan Bencana Berjalan Optimal
Pemkab Lumajang Pastikan Penanganan Pascabencana Semeru Berbasis Data Akurat

Berita Terkait

Minggu, 30 November 2025 - 15:13 WIB

Probolinggo Marching Championship 2025 Meriahkan HUT ke-80 PGRI dan HGN

Minggu, 30 November 2025 - 15:03 WIB

Status Gunung Semeru Turun ke Level III, Warga Diminta Tetap Waspada

Sabtu, 29 November 2025 - 09:58 WIB

Perkins International Gelar Pelatihan Fisioterapi untuk Guru dan Orang Tua ABK di Banyuwangi

Kamis, 27 November 2025 - 09:20 WIB

Kerusakan Meluas, Bupati Indah Sampaikan Kebutuhan Pemulihan ke Timwas Bencana DPR RI

Kamis, 27 November 2025 - 09:18 WIB

Dua Korban Luka Bakar Erupsi Semeru Alami Perkembangan Positif

Berita Terbaru

Pemerintahan

Lumajang Pertahankan Predikat Kabupaten Informatif di KI Awards 2025

Minggu, 30 Nov 2025 - 15:00 WIB