PURWAKARTA, detikkota.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Darangdan, Kabupaten Purwakarta, menuai protes dari sejumlah orang tua murid. Mereka menilai makanan yang disajikan kepada siswa diduga tidak layak untuk dikonsumsi.
Keluhan tersebut mencuat setelah beredarnya sebuah video di media sosial TikTok yang memperlihatkan kondisi makanan yang diduga berasal dari dapur penyedia MBG untuk sekolah tersebut.
Dalam video yang beredar, terlihat beberapa jenis makanan yang dinilai tidak layak konsumsi, di antaranya buah jeruk yang sudah membusuk serta kue yang tampak tidak dalam kondisi baik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu orang tua murid yang mengunggah video tersebut mengaku kecewa dengan kualitas makanan yang diberikan kepada para siswa. Ia mempertanyakan standar kelayakan makanan dalam program tersebut.
“Kok untuk anak SMA penyajiannya seperti ini. Jangan-jangan yang diterima siswa SD dan SMP juga sama. Ini sangat memprihatinkan, bukannya membuat anak sehat malah dikhawatirkan bisa membuat anak sakit,” ujarnya dalam video yang beredar.
Kekhawatiran tersebut membuat sejumlah orang tua murid meminta perhatian serius dari pemerintah daerah. Mereka berharap Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein bersama pihak terkait, khususnya Kepala Satuan SPPG, segera melakukan peninjauan dan evaluasi terhadap dapur penyedia MBG yang menyalurkan makanan ke sekolah tersebut.
Para orang tua juga meminta agar pihak penyedia makanan lebih memperhatikan kualitas serta kebersihan makanan yang disajikan kepada siswa demi menjaga kesehatan mereka.
Sementara itu, seorang aktivis muda, Dede Mulyadi, turut menyoroti persoalan tersebut dan menyatakan akan mengawal kasus ini agar mendapat perhatian dari pihak berwenang.
“Kami akan mengawal persoalan ini sampai ada kejelasan serta evaluasi terhadap dapur penyedia makanan tersebut,” tegasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak pengelola dapur penyedia MBG yang menyalurkan makanan ke SMA Negeri 1 Darangdan belum memberikan keterangan resmi. Tim media juga mengaku masih kesulitan untuk menemui pihak pengelola dapur guna meminta klarifikasi terkait video yang beredar.
Para orang tua murid berharap pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut agar penyediaan makanan bagi siswa benar-benar memberikan manfaat bagi kesehatan dan gizi anak-anak.
Penulis : Anthop
Editor : Id







