Pamekasan Jadi Satu-Satunya Daerah di Madura yang Laksanakan Program Sekolah Rakyat

Senin, 14 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan, Herman Hidayat Santoso, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan seluruh kebutuhan penyelenggaraan, termasuk meminjam sementara fasilitas milik Politeknik Negeri Madura (Poltera) di Jalan Jokotole.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan, Herman Hidayat Santoso, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan seluruh kebutuhan penyelenggaraan, termasuk meminjam sementara fasilitas milik Politeknik Negeri Madura (Poltera) di Jalan Jokotole.

PAMEKASAN, detikkota.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi membuka 12 Sekolah Rakyat (SR) pada awal tahun ajaran baru yang dimulai Senin (14/7/2025). Program pendidikan alternatif ini ditujukan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, dengan total peserta mencapai 1.183 siswa yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur.

Di Kabupaten Pamekasan, pelaksanaan Sekolah Rakyat dijadwalkan dimulai pada Agustus 2025 sebagai bagian dari tahap 1B. Pamekasan menjadi satu-satunya wilayah di Pulau Madura yang menjalankan program ini.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan, Herman Hidayat Santoso, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan seluruh kebutuhan penyelenggaraan, termasuk meminjam sementara fasilitas milik Politeknik Negeri Madura (Poltera) di Jalan Jokotole. Berdasarkan hasil survei, lokasi tersebut dinyatakan memenuhi standar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk tahap awal, Pamekasan masuk kategori 1B dan jadi satu-satunya pelaksana Sekolah Rakyat di Madura. Kita gunakan fasilitas Poltera yang sudah lolos verifikasi,” jelas Herman.

Ia mengakui proses persiapan menghadapi berbagai tantangan, namun pihaknya tetap berkomitmen agar program ini berjalan optimal. Dinsos juga bekerja sama dengan berbagai instansi dalam memenuhi semua kebutuhan, mulai dari seleksi peserta didik, tenaga pendidik, hingga fasilitas penunjang.

Terkait jumlah siswa, sempat terjadi fluktuasi saat proses pendaftaran. Dari semula 53 siswa, jumlahnya sempat menurun menjadi 40, dan kini telah mencapai kuota 50 siswa yang berasal dari 12 kecamatan di Pamekasan.

“Sekarang kuota sudah terpenuhi. Kami harap tidak ada pengunduran diri lagi,” ujarnya.

Untuk manajemen sekolah, seluruh struktur telah disiapkan, termasuk kepala sekolah, guru, petugas keamanan, wali asrama, dan wali asuh. Dapur umum juga telah disiapkan bekerja sama dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Secara teknis semua sudah lengkap. Dapur umum pun sudah kami integrasikan dengan program MBG. Informasi lebih detail bisa dikonfirmasi langsung ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” tutupnya.

Berita Terkait

Disdik Sumenep Luncurkan Buku Pintar PAUD, Dorong Penerapan Deep Learning
Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Imunisasi Kejar Usai Pencabutan Status KLB Campak
Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkalan Perkuat Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili Korban
ASN di Sumenep Didorong Dukung UMKM, Belanja Produk Lokal Jadi Prioritas
Pemkab Lumajang Resmikan Rumah Singgah Graha Lamajang di Surabaya untuk Pasien Rujukan
Wabup Sumenep Dorong Program HDDAP untuk Perkuat Hortikultura dan Kesejahteraan Petani
Pemkab Sumenep Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak Lewat Pembentukan Satgas PPA Desa
Pemkot Surabaya Hapus Denda PBB-P2 Jelang HJKS ke-733

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 09:28 WIB

Disdik Sumenep Luncurkan Buku Pintar PAUD, Dorong Penerapan Deep Learning

Rabu, 22 April 2026 - 10:59 WIB

Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Imunisasi Kejar Usai Pencabutan Status KLB Campak

Rabu, 22 April 2026 - 10:41 WIB

Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkalan Perkuat Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili Korban

Senin, 20 April 2026 - 20:49 WIB

ASN di Sumenep Didorong Dukung UMKM, Belanja Produk Lokal Jadi Prioritas

Minggu, 19 April 2026 - 23:30 WIB

Pemkab Lumajang Resmikan Rumah Singgah Graha Lamajang di Surabaya untuk Pasien Rujukan

Berita Terbaru