SUMENEP, detikkota.com – Pengembangan wisata Pantai Salam di Pulau Saebus, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, kini diarahkan menjadi kawasan wisata partisipatif berbasis masyarakat yang mengintegrasikan potensi alam, UMKM, dan budaya lokal.
Pantai Salam tidak hanya diposisikan sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang penggerak ekonomi warga setempat. Pengelolaan kawasan ini melibatkan kolaborasi antara pemerintah desa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan masyarakat.
Pengelola Pantai Salam, Tanni, mengatakan bahwa persiapan pembukaan telah dilakukan sejak satu bulan terakhir. Sejumlah fasilitas dasar telah dibenahi guna meningkatkan kenyamanan pengunjung, seperti perbaikan pagar, penyediaan toilet umum, area parkir, musholla, hingga gazebo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sinergi antara pemerintah desa, Pokdarwis, dan masyarakat menjadi pondasi pengelolaan Pantai Salam. Prinsipnya transparansi dan pemberdayaan,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).
Selain pembenahan fisik, pengembangan juga menyasar promosi digital. Menurut Tanni, keterlibatan generasi muda desa menjadi kunci dalam memperluas jangkauan informasi wisata.
Pemuda setempat kini aktif memanfaatkan berbagai platform media sosial seperti TikTok, Facebook, Instagram, dan YouTube untuk mempromosikan destinasi serta produk lokal.
“Kami sadar pentingnya promosi digital. Anak-anak muda mulai aktif memproduksi konten dan mengelola informasi destinasi lewat media sosial,” tambahnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kawasan Pantai Salam direncanakan akan dibuka tiga hari setelah Hari Raya Idulfitri. Meski demikian, sejumlah stand dan warung pelaku UMKM sudah mulai tertata sebagai bagian dari kesiapan menyambut wisatawan.
Penulis : M
Editor : Id







