Pemkab Sumenep Intensifkan ORI untuk Kendalikan KLB Campak

Selasa, 2 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat memberikan keterangan terkait penanganan KLB campak di Sumenep. Foto: Rifqi

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat memberikan keterangan terkait penanganan KLB campak di Sumenep. Foto: Rifqi

SUMENEP, detikkota.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memperkuat upaya penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang hingga akhir Agustus 2025 tercatat menelan 20 korban jiwa dari 2.434 kasus.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, program Outbreak Response Immunization (ORI) menjadi langkah utama dalam memutus rantai penyebaran campak dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

“Insya Allah kita terus bergerak untuk mengimunisasi masyarakat, karena ini kepentingan bersama. Kami bersama tokoh masyarakat terus menyampaikan bahwa imunisasi sangat penting untuk anak-anak kita,” ujar Bupati Fauzi, Selasa (2/9/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pelaksanaan ORI tidak hanya difokuskan pada penanganan kasus campak, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan capaian imunisasi secara keseluruhan. “Target kami, anak-anak Sumenep memiliki imun yang kuat sehingga terlindungi dari berbagai penyakit menular,” tambahnya.

Fauzi mengakui masih terdapat warga yang menolak imunisasi karena terpengaruh kabar bohong. Untuk itu, Pemkab mengedepankan pendekatan kultural dengan menggandeng kiai, tokoh agama, dan kader kesehatan. “Kami ingin memastikan masyarakat paham bahwa imunisasi bukan pilihan, melainkan kebutuhan,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat meninjau langsung penanganan KLB campak di Sumenep menekankan pentingnya percepatan imunisasi agar kasus segera terkendali. “Kita targetkan dalam dua minggu semua anak sudah diimunisasi. Jangan sampai ada lagi korban hanya karena masyarakat termakan hoaks,” ujarnya.

Menkes juga mendorong percepatan layanan laboratorium kesehatan di Madura. Selama ini, sampel kasus campak masih harus dikirim ke Surabaya. “Saya ingin ada satu laboratorium di Madura supaya hasil bisa cepat keluar dan segera ditangani,” tandasnya.

Berita Terkait

Pemkab Sumenep Gelar Pasar Murah EPIK Mobile, Jaga Stabilitas Harga Jelang Idulfitri 1447 H
RPH Surabaya Imbau Warga Tidak Panic Buying, Pasokan Sapi Dipastikan Aman
Insan Pers Bekasi–Karawang–Purwakarta Siap Hadiri Silaturahmi Akbar 2026 di Karawang
Pers Jabar 7 Satukan Langkah, Karawang Tuan Rumah Silaturahmi Akbar 2026
Teddy Nandung Heryawan Tinjau Kebakaran Pasar Rebo, DPRD Pastikan Pengawalan Penanganan Pedagang
Langgar SE Wali Kota, Dua RHU di Surabaya Diproses Tipiring
Rutan Kelas IIB Sumenep Gelar Bedah Buku, Dorong Literasi Warga Binaan
BPBD Sumenep Ingatkan ASN Waspada Puncak Musim Hujan, Potensi Banjir hingga Pohon Tumbang

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:10 WIB

Pemkab Sumenep Gelar Pasar Murah EPIK Mobile, Jaga Stabilitas Harga Jelang Idulfitri 1447 H

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:06 WIB

RPH Surabaya Imbau Warga Tidak Panic Buying, Pasokan Sapi Dipastikan Aman

Selasa, 24 Februari 2026 - 21:14 WIB

Insan Pers Bekasi–Karawang–Purwakarta Siap Hadiri Silaturahmi Akbar 2026 di Karawang

Selasa, 24 Februari 2026 - 14:38 WIB

Teddy Nandung Heryawan Tinjau Kebakaran Pasar Rebo, DPRD Pastikan Pengawalan Penanganan Pedagang

Selasa, 24 Februari 2026 - 09:05 WIB

Langgar SE Wali Kota, Dua RHU di Surabaya Diproses Tipiring

Berita Terbaru

Pj Sekda Sumenep bersama jajaran Dinsos P3A dan peserta saat kegiatan Penguatan Tim Gugus Tugas KLA di Graha Arya Wiraraja, Selasa (24/2/2026).

Pemerintahan

Dinsos P3A Sumenep Perkuat Gugus Tugas untuk Capai KLA 2026

Selasa, 24 Feb 2026 - 21:37 WIB