Pengaruh Kekuatan besar dilepas pantai Pulau Sabang dan Laut Andaman

Senin, 19 Oktober 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH, detikkota.com – Cekungan Selat Benggala Purba, Pertemuan Arus Laut Andaman dan Selat Malaka tepatnya di perbatasan Pulau Sabang, Pulau Rondo hingga lepas pantai Pulau Nicobar (India) diduga Kaya akan Mineral salah satunya adalah Gas Alam yang melimpah.

Alumni Sejarah FKIP Unsyiah kajian Geografi Sejarah, Muhammad Ichsan menduga penjajah Belanda hingga 1904 berat melepas cengkraman di Aceh dikarenakan Aceh adalah gerbang Sumber Energi Mineral Terbesar. (Gas dan Minyak Bumi) tepatnnya di Jalur cincin api Simeulue, Sabang, Hingga Kepulauan Andaman dan Nicobar (India sekarang).

“Pertemuan dua lipatan akan menghasilkan kentut, namun pertemuan dua lempeng benua besar Eurasia (Asia) dan Austronesia (Australia) akan menghasilakan gas alam berjumlah besar. Apalagi saat ini Jalur ekspansi “One Belt One Road” yang akan diterapkan Tiongkok (RRT) melewati Sabang dan Kepulauan Andaman,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertemuan kekuatan besar akan terjadi di Selat Benggala atau Laut Andaman tersebut. Gesekan pengaruh Ideologi Rusia – China – US sangat rentan disana. India terakhir telah bekerjasama Rusia – India terkait Militer yang dikenal dengan Ops Indira Navy 2020 akhir bulan lalu belum lagi India – US Indonesia dapat Apa, ampas…?

Mahasiswa Magister yang sedang melanjutkan Kajian Humaniora kawasan SEA Studies di FIB UI tersebut berharap kepekaan Pemerintah Aceh untuk selalu berkomunikasi secara tepat dengan pusat (Jakarta) terkait ancaman pengaruh kekuatan besar di lepas pantai utara Pulau Sabang terkait indikasi penemuan sumber energy tersebut.

“India gencar berbicara Maritim dengan Sabang Indonesia saat ini,” jelas Ichsan.

Baru baru ini Presiden Edorgan telah mengumumkan keberhasilan negara mereka dalam mendapatkan ladang migas baru di Laut Mediterania Timur atau di Black Sea (Laut Hitam). Hal tersebut menjadi kabar gembira bagi dunia Energi negara Turki khususnya Migas mereka. Aceh terus bermimpi memiliki pemimpin yang dapat bekerjasama layaknya turki mengeksplor Migas Lepas pantai wilayahnya.

“Berabad-abad Belanda mempertahankan Aceh dan konflik Aceh – Indonesia erat kaitannya dengan sumber mineral melimpah Gas Alam dan Minyak Bumi lepas pantai Laut Andaman itu,” tutup Ichsan. (MI)

Berita Terkait

Disorot Media dan Warganet, Polsek Guluk-Guluk Sisir Lokasi Dugaan Sabung Ayam
Giant Sea Wall Pantura Disiapkan, BRAN Pastikan Hak Tanah dan Nelayan Tak Terabaikan
Polda Jatim Bongkar 22 Kasus Penyelewengan BBM dan LPG Subsidi, 21 Orang Jadi Tersangka
Kapolresta Sumenep Turun Langsung Pantau Arus Pagi di Simpang Arya Wiraraja
Pastikan Internal Bersih Narkoba, BNNK Sumenep Tes Urine 29 Personel
Kapolri dan PBNU Perkuat Sinergi, Jaga Kerukunan serta Stabilitas Keamanan Masyarakat
Tiongkok Apresiasi Polri Bongkar Laboratorium Sabu 1,2 Ton di Aceh, 11 Orang Diamankan
Sambut Hari Jadi ke-757, Pemkab Sumenep Wajibkan ASN dan Non-ASN Kenakan Baju Adat Keraton

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 15:53 WIB

Disorot Media dan Warganet, Polsek Guluk-Guluk Sisir Lokasi Dugaan Sabung Ayam

Selasa, 3 November 2026 - 08:44 WIB

Giant Sea Wall Pantura Disiapkan, BRAN Pastikan Hak Tanah dan Nelayan Tak Terabaikan

Senin, 2 November 2026 - 13:22 WIB

Polda Jatim Bongkar 22 Kasus Penyelewengan BBM dan LPG Subsidi, 21 Orang Jadi Tersangka

Minggu, 1 November 2026 - 19:36 WIB

Pastikan Internal Bersih Narkoba, BNNK Sumenep Tes Urine 29 Personel

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Kapolri dan PBNU Perkuat Sinergi, Jaga Kerukunan serta Stabilitas Keamanan Masyarakat

Berita Terbaru