Pengenalan Bumbu Dapur dikemas dengan konsep Game: Mystery Box

Kamis, 26 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, detikkota.com – Keputrian merupakan wadah untuk remaja putri mengembangkan bakat, serta membentuk kreativitas dengan berbagai cara menarik, salah satunya bentuk game ini.

Kegiatan game ini dilakukan di Aula Gunung Anyar, Surabaya, pada hari Kamis (26/05/2022).

Untuk kehadirannya diikuti oleh seluruh remaja putri baik dari usia SMP-sebelum menikah, sehingga saat mereka sudah menikah mereka memiliki bekal pengetahuan didalam dunia dapur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keputrian LDII Surabaya Timur pagi ini mengadakan workshop tata boga dengan tema Pengenalan Bumbu Dapur. Kegiatan yang bertempat di lingkungan Masjid Nurul Hikmah LDII Gunung Anyar ini diikuti oleh sekitar 80 peserta remaja putri LDII usia SMP ke atas.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk peramutan pengurus LDII setempat guna menanamkan skill di bidang memasak kepada remaja putri LDII.

Untuk kegiatan acara yang dikemas dengan bentuk game mystery box ini terdiri dari 4 pos, yang masing-masing pos mengandalkan indra didalam diri manusia, supaya kita sebagai wanita mampu membedakan bumbu-bumbu yang merupakan hal dasar didalam dunia memasak.

Adapun indra yang kita gunakan didalam setiap pos yakni indra penglihatan, penciuman, peraba serta perasa. Untuk box nya sendiri terdiri dari 11 bumbu yang kita sebar kesetiap pos-pos dengan dijaga oleh panitia. Beberapa pos menggunakan slayer guna menutup mata selain dipos penglihatan.

Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan lancar dan meriah. Meski cuaca sempat tidak bersahabat di pagi hari, yang akhirnya membuat kegiatan ini terpaksa mundur, namun peserta tetap berbondong-bondong hadir ke tempat kegiatan berlangsung. (Redho)

Berita Terkait

Haul Blokagung 2026, Bupati Banyuwangi Puji Kontribusi Pesantren
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah
Aksi Solidaritas di Polres Sumenep Desak Keadilan bagi Korban Pencabulan Anak
Aksi PMII UNIBA Memanas, Kepala Disbudporapar Sumenep Walk Out dari Dialog

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:05 WIB

Haul Blokagung 2026, Bupati Banyuwangi Puji Kontribusi Pesantren

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:41 WIB

Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:38 WIB

Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah

Berita Terbaru