Pengurus MWC NU Lenteng Laporkan Pembakaran Kayu Bahan Bangunan Kantor ke Polisi

Rabu, 26 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus MWC NU Lenteng Sumenep melihat sisa bekas pembakaran kayu bahan bangunan kantornya.

Pengurus MWC NU Lenteng Sumenep melihat sisa bekas pembakaran kayu bahan bangunan kantornya.

SUMENEP, detikkota.com – Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Lenteng, Kabupaten Sumenep melaporkan kasus pembakaran bahan material bangunan gedung ke polisi diduga dibakar orang tak dikenal.

Keputusan melaporkan persoalan tersebut ke aparat penagak hukum (APH) setelah pengurus menggelar rapat untuk menyikapi pembakaran material bangunan yang berada di samping kantor MWC NU.

Wakil Ketua MWC NU Kecamatan Lenteng, Ahmad Bahrur Rozi mengatakan, peristiwa pembakaran terjadi pada Minggu (23/4/2023) sekitar pukul 03.30 WIB, dan baru diketahui pukul 05.00 WIB. Tempat kejadian perkara (TKP) MWC NU Lenteng, Desa Jambu, Kecamatan Lenteng.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah kejadian, polisi sempat datang ke TKP. Bahkan, polisi juga meminta agar pengurus MWC NU melapor secara resmi pada hari itu.

Awalnya, sebagian Pengurus MWC NU setempat tidak setuju untuk memperkarakan peristiwa itu kepada polisi.

”Mungkin karena ingin lebih hati-hati. Namun, setelah rapat lebih lanjut, akhirnya diputuskan untuk segera melapor,” jelasnya, Rabu (26/4/2023).

Perkara tersebut tercatat dalam surat tanda bukti laporan nomor TBL/02/IV/2023/SUMENEP/SPKT POLSEK LTNG. Tanda bukti laoran ini berdasar pada laporan polisi (LP) nomor LP/02/IV/2023/SUMENEP/SPKT Polsek Lenteng, 25 April 2023.

Kantor MWC NU Lenteng memang jarang ditempati pada malam. Sebab, masih dalam proses pembangunan. Kayu yang diduga dengan sengaja dibakar oleh orang tidak dikenal itu rencananya akan dipakai untuk bahan pembangunan.

”Kayu itu akan digunakan untuk pembangunan tempat pengembangan ekonomi,” imbuhnya.

Kerugian MWC NU Lenteng akibat kebakaran itu diperkirakan Rp 20 juta. Selain tumpukan kayu, pohon jati di TKP juga ikut terbakar. Padahal, pohon jati itu juga akan dipotong dan dimanfaatkan untuk pembangunan kantor.

Bahrur menegaskan, pengurus MWC NU Lenteng tidak akan berhenti mengawal laporan dugaan pembakaran aset tersebut hingga tuntas. Setiap pekan akan terus ditindaklanjuti untuk meminta keterangan perkembangan penyelidikan sesuai dengan hukum acara pidana.

”Kalau tidak ada perkembangan, kami akan melakukan upaya hukum dengan cara yang lain,” tegasnya.

Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Lenteng, Aipda Candra membenarkan adanya laporan dugaan pembakaran kayu bahan bangunan milik MWC NU Lenteng. Meski demikian, pihaknya tidak berkenan memberikan keterangan lebih lanjut.

”Silakan hubungi Humas Polres Sumenep,” pintanya.

Berita Terkait

TMI Sumenep Soroti Dugaan Mafia Solar Subsidi Gunakan Barcode Nelayan dan Petani
Polres Sumenep Sambut Positif Rencana Kerja Sama dengan LBH GP Ansor
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:32 WIB

TMI Sumenep Soroti Dugaan Mafia Solar Subsidi Gunakan Barcode Nelayan dan Petani

Kamis, 8 Januari 2026 - 11:13 WIB

Polres Sumenep Sambut Positif Rencana Kerja Sama dengan LBH GP Ansor

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Berita Terbaru

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Pemerintahan

SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Jumat, 9 Jan 2026 - 14:06 WIB