Penyesalan Suami Bunuh Istrinya,Gegara Sering Dimarahi

Jumat, 23 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, detikkota.com – Jhony Pranoto Kasum (27), suami yang tega membunuh Putri Ima Camelia Sandy (26), istrinya sendiri terus menangis saat ditunjukkan ke awak media di Mapolrestabes Surabaya.

Jhony mengaku sangat menyesal atas perbuatannya. Sembari terus menundukkan kepalanya, Jhony sesekali mengusap air matanya yang terus menetes.

“Saya benar-benar menyesal. Sangat menyesal. Lebih baik saya juga ikut mati,” tutur Jhony, Jumat (23/4/2021).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jhony menyebut bahwa dirinya tidak ada niatan sedikitpun untuk membunuh istrinya yang sedang hamil 5 bulan itu. Semua itu dilakukan spontan, karena dilandasi amarah.

“Sebenarnya saya sakit hati. Saya gak kuat dimarah-marahin terus, direndahkan terus. Katanya saya ini lanang gak onok duek e, gak gelem kerjo (suami nggak ada uangnya, nggak mau kerja). Gitu terus,” terangnya.

“Padahal saya kerja, meskipun serabutan. Dapet berapa ya saya kasihkan. Setiap pulang dimarah-marahin terus. Nggak kuat saya pak. Terus saya spontan itu (mencekik leher istrinya sampai meninggal),” sambung Jhony.

Namun kini nasi sudah menjadi bubur. Meski telah mengutarakan sederet alibi, Jhony tetap harus menerima jeratan hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Jhony ditangkap di tempat tinggalnya di Gayungan VII/20, Surabaya oleh Tim Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya. Dia diamankan bebeberapa jam setelah mayat istrinya ditemukan dekat Kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Al Akbar Timur sekitar pukul 22.50 Wib, Kamis (22/4/2021).

Oleh penyidik, Jhony dijerat Pasal 338 KUHP tentang sengaja merampas nyawa orang lain atau pembunuhan dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

Jhony dan istrinya yang ia bunuh meninggalkan dua orang anak yang masih kecil. Sementara janin yang dikandung istrinya itu meninggal dunia.
(Redho)

Berita Terkait

TMI Sumenep Soroti Dugaan Mafia Solar Subsidi Gunakan Barcode Nelayan dan Petani
Polres Sumenep Sambut Positif Rencana Kerja Sama dengan LBH GP Ansor
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:32 WIB

TMI Sumenep Soroti Dugaan Mafia Solar Subsidi Gunakan Barcode Nelayan dan Petani

Kamis, 8 Januari 2026 - 11:13 WIB

Polres Sumenep Sambut Positif Rencana Kerja Sama dengan LBH GP Ansor

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Berita Terbaru

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Pemerintahan

SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Jumat, 9 Jan 2026 - 14:06 WIB