Sekda Bukan Jabatan Seremonial, Publik Minta Calon Sekda Sumenep Punya Rekam Jejak Tuntas

Rabu, 4 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi AI.

Ilustrasi AI.

SUMENEP, detikkota.com – Proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep mendapat sorotan publik. Jabatan Sekda dinilai bukan sekadar posisi administratif, melainkan pusat kendali birokrasi yang menuntut kepemimpinan kuat dan rekam jejak kinerja yang tuntas.

Sejumlah kalangan menilai, Sekda ideal harus mampu menyelesaikan persoalan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bukan meninggalkan pekerjaan rumah dari jabatan sebelumnya. Hal ini penting karena Sekda berperan langsung dalam mengoordinasikan kebijakan, anggaran, serta kinerja seluruh OPD di lingkungan pemerintah daerah.

Mansuri selaku mantan Ketua DPC GMNI Sumenep menyebut, kegagalan menyelesaikan target program, lemahnya inovasi kebijakan, hingga tidak tercapainya indikator kinerja di jabatan sebelumnya seharusnya menjadi catatan serius dalam proses seleksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekda bukan jabatan uji coba. Kalau di posisi sebelumnya masih menyisakan masalah mendasar, publik wajar mempertanyakan kesiapan kandidat untuk memimpin birokrasi yang lebih besar,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).

Sekda juga dinilai harus memiliki keberanian menertibkan tata kelola pemerintahan, mengurai ego sektoral antar OPD, serta memastikan program daerah berjalan efektif dan berdampak langsung pada masyarakat. Tanpa kapasitas tersebut, Sekda berpotensi hanya menjadi pelaksana administratif tanpa daya dorong perubahan.

Di tengah tantangan pengelolaan anggaran dan tuntutan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Sekda diharapkan mampu mengawal perencanaan hingga implementasi kebijakan secara konsisten. Ketidaksinkronan antara program dan hasil dinilai sebagai kegagalan kepemimpinan birokrasi.

Publik pun berharap panitia seleksi tidak hanya berpatokan pada kelengkapan administrasi dan hasil uji kompetensi, tetapi juga menilai secara objektif capaian kerja, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan menyelesaikan persoalan struktural.

Seleksi Sekda Sumenep saat ini dipandang sebagai ujian keseriusan pemerintah daerah dalam melakukan reformasi birokrasi. Figur Sekda yang terpilih nantinya diharapkan benar-benar menjadi penggerak perubahan, bukan sekadar penjaga rutinitas pemerintahan.

Penulis : M/Red

Editor : M/Red

Berita Terkait

Program Gentengisasi Merah Putih Direalisasikan, 500 Ribu Genteng dari Plered Dikirim Menggunakan 125 Truk
Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Tersangka, Ditpolair Korpolairud Lakukan Penahanan
Satpol PP Surabaya Segel Toko Mihol di Wonokromo, 10 Botol Diamankan
Triwulan III 2026, Polda Jatim Ungkap 1.870 Kasus Narkoba
Tol Prosiwangi Gending–Paiton Dibuka Gratis Mulai 30 September, Berlaku 14 Hari
Buruh KASBI Demo di DPRD Jatim, Desak UU Perlindungan Ketenagakerjaan Segera Disahkan
Polda Jatim Rotasi Sejumlah Pejabat, Kabid TIK hingga Kapolres Berganti
DitresSiber Polda Jatim Buka Hotline Pengaduan Penipuan Online Jaringan Internasional

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Program Gentengisasi Merah Putih Direalisasikan, 500 Ribu Genteng dari Plered Dikirim Menggunakan 125 Truk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Tersangka, Ditpolair Korpolairud Lakukan Penahanan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Satpol PP Surabaya Segel Toko Mihol di Wonokromo, 10 Botol Diamankan

Rabu, 30 September 2026 - 12:51 WIB

Triwulan III 2026, Polda Jatim Ungkap 1.870 Kasus Narkoba

Selasa, 29 September 2026 - 15:45 WIB

Tol Prosiwangi Gending–Paiton Dibuka Gratis Mulai 30 September, Berlaku 14 Hari

Berita Terbaru