Warga Desak Bupati Sumenep Panggil Kades Gersik Putih

Kamis, 18 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura berunjuk rasa di Kantor Bupati Sumenep.

Warga Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura berunjuk rasa di Kantor Bupati Sumenep.

SUMENEP, detikkota.com – Warga Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura mendesak Bupati Sumenep, Achmad Fauzi untuk memanggil Kadesnya untuk diperiksa soal dugaan reklamasi pantai atau laut.

Kades Gersik Putih, Mohab diduga telah bersekongkol dengan investor untuk mereklamasi pantai atau laut untuk dijadikan tambak garam. Padahal, kawasan laut yang akan dijadikan tambak garam selama ini menjadi tempat warga setempat mencari ikan.

Tuntutan itu disampaikan dalam aksi unjuk rasa (unras) di depan kantor Bupati Sumenep, Rabu (17/5/2023) pukul 11.23 WIB setelah aksi demo di kantor BPN Sumenep.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka mendesak Bupati Achmad Fauzi untuk memerintahkan Inspektorat mengaudit dan memeriksa Kades Gersik Putih, Mohab karena dianggap pro terhadap investor dan mengabaikan kepentingan warganya.

“Selama ini, Kades mengesampingkan aspirasi-aspirasi warganya, bahkan cenderung semena-mena memaksakan kehendaknya bersama pemodal mereklamasi laut,” kata orator aksi, Moh. Faiq.

Selama ini, warga menolak rencana pembangunan tambak garam dengan mereklamasi kawasan pantai Desa Gersik Putih karena akan mengancam pelestarian lingkungan sekitar dan merusak ekosistem laut.

Mata mencaharian warga menangkap ikan dan rajungan serta seafod di kawasan tersebut juga terancam hilang.

“Dengan alasan kawan itu telah ber-SHM (sertifikat hak milik), Kades bersama investor ngotot melakukan pembangunan tambak garam. Katanya, demi kesejahteraan masyarakat. Padahal, sebagian laut disertifikat atasnama Kades,” sesalnya.

Selain itu, wara juga meminta Bupati Achmad Fauzi turun tangan mengatasi polemik pembangunan tambak garam di kawasan Pantai Gersik Putih.

Apalagi, rencana pembangunan tambak garam di kawasan pantai melanggar Perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Sumenep tahun 2013-2023.

“Kami minta Bupati hadir di tengah gejolak pembangunan tambak garam di Gersik Putih. Ini, supaya tidak menjadi konflik berkepanjangan, tapi juga untuk menegakkan Perda RTRW,” pintanya.

Sementara itu, dalam aksinya di Pemkab massa aksinya tidak ditemui Bupati Ahmad Fauzi karena disaat bersamaan melaksanakan tugas kedinasan ke luar kota.

Mereka kecewa karena tidak ditemui Bupati Fauzi. Bahkan, meski Perwakilan Pemkab yakni Asisten III Bidang Admibistrasi dan Umum, Moh Ramli datang dan berusaha menemui massa aksi tidak diberikan kesempatan untuk memberikan statement.

“Kami tidak gentar dan akan terus melakukan perlawanan untuk memastikan pantai Gersik Putih tetaplah pantai, bukan tambak garam,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kapolresta Sumenep Pimpin Sertijab, 10 Pejabat Baru Resmi Tempati Posisi Strategis
Kasus Hotman Paris, MIO Desak Polisi Jangan Tebang Pilih
Ribuan Anak Probolinggo Tampilkan Budaya Nusantara di HUT RI
Semarak HUT ke-81 RI, Pemkot Probolinggo Gelar Lomba Antar-OPD
Curanmor di Lenteng Terungkap, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam
Semarak HUT RI ke-81, Dispangtan Purwakarta Gelar Berbagai Kegiatan
Menko Pangan Tampung Keluhan Petani Banyuwangi, Janji Kawal Perbaikan Irigasi
Dari Kampus ke Garda Demokrasi, Mahasiswa Uniba Madura Tuntaskan Magang di Bawaslu Sumenep

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Kapolresta Sumenep Pimpin Sertijab, 10 Pejabat Baru Resmi Tempati Posisi Strategis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:05 WIB

Kasus Hotman Paris, MIO Desak Polisi Jangan Tebang Pilih

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Ribuan Anak Probolinggo Tampilkan Budaya Nusantara di HUT RI

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Pemkot Probolinggo Gelar Lomba Antar-OPD

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Curanmor di Lenteng Terungkap, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Berita Terbaru

Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogi.

Polhukam

Kasus Hotman Paris, MIO Desak Polisi Jangan Tebang Pilih

Minggu, 23 Agu 2026 - 23:05 WIB