FSB Dan Muspika Singonjuruh Berikrar Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 28 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, detikkota.com – Mengingat musibah yang menimpa Pondok Pesantren Ihya’ Ulumidin Singonjuruh, FSB (Forum Singonjuruh Bersatu) mengambil sikap dan mengadakan rapat koordinasi bersama jajaran Muspika Kecamatan Singonjuruh Banyuwangi, Selasa (28/06/2022).

Hadir, Kapolsek Singonjuruh, Koramil 0825/13 Singonjuruh, Camat Singonjuruh, Kepala Sekolah Ihya’ Ulumudin, dan beberapa tokoh ulama dan tokoh masyarakat Singonjuruh bersama-sama mengambil sikap untuk memulihkan nama baik Singonjuruh dikarenakan dugaan tindak asusila yang dilakukan oleh FZ.

Dalam isi kesepakatan yang di sepakati oleh FRB salah satunya menghormati proses hukum terkait adanya dugaan asusila yang di lakukan FZ. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua FRB, M. Faik, mengingat musibah yang menimpa pengasuh pondok pesantren ini sudah masuk dalam ranah jalur hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita sebagai warga negara yang baik harus menghormati proses hukum yang berjalan,” ucap Faik.

FSB yang di nahkodai M. Faik menyatakan sikap terkait musibah yang dialami Pondok Pesantren di wilayah Kecamatan Singojuruh ini.

Poin pertama, mengatakan bahwa urusan kriminal atau fulan adalah urusan pribadi dan menjadi tanggung jawab pribadi. Semua dipasrahkan kepada proses hukum.

“Kami mempercayai kepolisian bisa bersikap profesional. Jadi untuk urusan kriminalnya adalah merupakan urusan pribadi dan tidak terkait dengan lembaga pondok pesantren,” ucap Faik saat di konfirmasi wartawan di aula Kecamatan Sempu Banyuwangi.

Melalaui FSB memohon kepada masyarakat khususnya warga Singonjuruh dan warga Banyuwangi umumnya agar bisa membedakan antara tindakan dan perilaku pribadi oknum tersebut dengan lembaga pondok pesantren.

“Sekali lagi kami meminta kepada pihak Kepolisian untuk bekerja secara cepat dan profesioanal. Jika tidak, maka akan berpengaruh kepada internal pesantren sendiri, dan pesantren-pesantren yang ada di wilayah Singojuruh,” tegasnya.

FRB dan muspika singonjuruh juga sepakat akan membantu bagaimana pondok pesantren yang diasuh oleh terlapor tetap berjalan sebagaimana biasa serta akan memulihkan nama baik Singonjuruh. (no)

Berita Terkait

Kasdim Sumenep Bacakan Amanat Panglima TNI dalam Upacara 17-an
R. Mochamad Daud Rizky F Dipercaya Pimpin Aryaniaga 74, Dorong Kolaborasi Bisnis dan Penguatan Ekonomi Alumni P2NK 74
Video Cekcok Viral, Pasien Meninggal: Roni Tagih Klarifikasi Manajemen BHC Sumenep
CLC Singapura Tertarik Pelajari Pengelolaan Air, Sampah, dan RTH Surabaya
Satpol PP Surabaya Segel Tiga Toko Miras, Puluhan Botol Diamankan
APBD Sumenep 2027 Diproyeksikan Defisit Rp96 Miliar, DPRD Bahas Nota Keuangan
Ekonomi Jatim Tumbuh 5,84 Persen, Khofifah Perkuat Peran Gerbang Baru Nusantara
Polres Mojokerto Sediakan Shelter Gratis untuk Ojol, Kurir hingga Taksi Online

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Kasdim Sumenep Bacakan Amanat Panglima TNI dalam Upacara 17-an

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:45 WIB

R. Mochamad Daud Rizky F Dipercaya Pimpin Aryaniaga 74, Dorong Kolaborasi Bisnis dan Penguatan Ekonomi Alumni P2NK 74

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Video Cekcok Viral, Pasien Meninggal: Roni Tagih Klarifikasi Manajemen BHC Sumenep

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:38 WIB

CLC Singapura Tertarik Pelajari Pengelolaan Air, Sampah, dan RTH Surabaya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Satpol PP Surabaya Segel Tiga Toko Miras, Puluhan Botol Diamankan

Berita Terbaru

Pendidikan

665 Pelajar Ikuti Festival Anak Sholeh 2026 di Banyuwangi

Senin, 19 Okt 2026 - 12:06 WIB

Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim.

Pemerintahan

Wabup Sumenep Tekankan Disiplin ASN dalam Menjalankan Tugas

Senin, 19 Okt 2026 - 12:00 WIB