BEM Madura Raya Kembali Demo, Gubernur Jatim Dituntut Segera Tuntaskan Kemiskinan

Rabu, 5 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, detikkota.com – Usai melakukan orasi dan aksi teatrikal di depan Mapolda Jatim, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam BEM Madura Raya kemudian bergerak menuju ke kantor Gubernur Jatim untuk menyampaikan sejumlah permasalahan yang ada di Madura, Selasa (04/10/2022).

Dalam orasinya, BEM Madura Raya menyampaikan angka kemiskinan di Madura sangatlah tinggi Jumlah penduduk sampang 927,632 juta jiwa sedang penduduk miskin di madura khusunya kabupaten sampang masih tetap tertinggi di Jatim.

Hal tersebut berdasarkan Persentase jumlah 23,76% Kabupaten Bangkalan menempati kemiskinan tertinggi se Jawa Timur dengan persentase 21,57% , Kabupaten Sumenep dengan persentase 20,51% Kabupaten Pamekasan dengan persentase 15,3%. Bahkan angka tersebut mengalami kenaikan tahun 2021 dibanding tahun 2020.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kedatangan kami kembali kesini adalah ingin meminta pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk segera mengentaskan kemiskinan di Madura sesuai Visi-Misi Ibu Gubernur Jawa Timur Nawa Bhakti Satya,” teriak sang orator dari BEM Sumenep, Nur Hayat, saat berorasi di di depan Kantor Gubernur.

Dalam aksi kali ini di depan kantor Gubernur, sejumlah mahasiswa mendapatkan hasil kesepakatan berupa penandatanganan akta kesepakatan yang ditandatangani oleh perwakilan Pemprov Jatim dan ditandatangani langsung oleh 4 perwakilan BEM Madura Raya.

Mahasiswa meminta, Gubernur harus bertanggungjawab atas segala persoalan di Madura yang belakangan ini menjadi diskusi hangat di Madura soal kemiskinan.

“Oleh karena itu kami menuntut kepada Gubernur Jawa Timur untuk segera berkoordinasi dengan 4 Bupati di Madura soal menghapuskan kemiskinan. Memberikan ruang pelatihan pertanian bagi pemuda di madura, memberikan fasilitas, mendampingi dari hulu ke hilir agar para petani di Madura produktif dan sejahtera,” tandasnya. (M)

Berita Terkait

TMI Sumenep Soroti Dugaan Mafia Solar Subsidi Gunakan Barcode Nelayan dan Petani
Polres Sumenep Sambut Positif Rencana Kerja Sama dengan LBH GP Ansor
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:32 WIB

TMI Sumenep Soroti Dugaan Mafia Solar Subsidi Gunakan Barcode Nelayan dan Petani

Kamis, 8 Januari 2026 - 11:13 WIB

Polres Sumenep Sambut Positif Rencana Kerja Sama dengan LBH GP Ansor

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Berita Terbaru

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bangkalan, Zainal Alim, mewakili Sekda Bangkalan saat memberikan sambutan pada Musyawarah Wilayah VI RAPI Wilayah 1301 Bangkalan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Minggu (11/1/2026).

Pemerintahan

Pemkab Bangkalan Perkuat Sinergi Informasi melalui Muswil VI RAPI

Minggu, 11 Jan 2026 - 11:30 WIB