4 Warga Dipolisikan Investor Banjir Dukungan, Gema Aksi: Tekad Kami Tak Surut

Selasa, 9 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Empat terlapor bersama warga Gersik Putih, Kecamatan Gapura melakukan doa bersama sebelum menghadap penyidik Polres Sumenep.

Empat terlapor bersama warga Gersik Putih, Kecamatan Gapura melakukan doa bersama sebelum menghadap penyidik Polres Sumenep.

SUMENEP, detikkota.com – Empat warga Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Sumenep, Jawa Timur yang dipanggil penyidik Satrestrim Polres Sumenep atas kasus dugaan penyanderaan ponton dan excavator yang dilaporkan investor banjir dukungan.

Empat warga tersebut yaitu Jumasra, Junaidi, Harjono dan Zubaidi datang ditemani puluhan warga yang memiliki semangat sama, menolak rencana reklamasi pantai untuk pembangunan tambak udang oleh investor yang difasilitasi oleh pemerintah desa setempat.

Sebelum menghadap penyidik, keempatnya didoakan supaya diberi keselamatan dan kelancaran dalam memberikan keterangano.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

”Kami datang ke Polres bersama puluhan warga lainnya untuk membersamai empat teman kami yang dipanggil polisi berkaitan dengan laporan dugaan penyanderaan ponton dan excavator,” terang Amirul Mukminin, Ketua Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (Gema Aksi), Senin (8/5/2023).

Amir memastikan 4 warga yang dipanggil penyidik Polres Sumenep tidak akan dibiarkan menghadapi proses hukum tanpa dukungan warga lain. Puluhan warga datang untuk memberikan dukungan moral bahwa tindakan mereka selama ini sudah benar dan bukan pelaku kriminal.

”Apa yang dilakukan warga untuk mempertahankan laut agar tidak dieksplotasi oleh pengusaha yang difasilitasi oleh Pemdes Gersik Putih,” jelasnya.

Amir menegaskan bahwa, tekadnya menolak reklamasi pantai tidak akan surut hanya karena dikriminalisasi dengan dilaporkan ke polisi. Sebaliknya, justru laporan itu akan semakin menguatkan penolakan rencana pembangunan tambak garam di kawasan laut itu.

”Dengan dipolisikan seperti ini, jangan dikira kami menjadi lemah. Justru akan semakin kuat. Kedatangan puluhan warga ke Polres Sumenep untuk menunjukkan bahwa penolakan terhadap rencana reklamasi pantai bukan inisiatif perorangan, tapi ini keinginan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti menyatakan bahwa, pemanggilan terhadap 4 warga Desa Gersik Putih untuk mengklarifikasi pengaduaan masyarakat (dumas) mengenai dugaan panyanderaan ponton dan excavator. Keempatnya hadir dan memberikan keterangan kepada penyidik.

”Semuanya hadir, tidak ada yang mangkir dari panggilan,” kata Widiarti.

Sebelumnya, warga yang tergabung dalam Gema Aksi berunjuk rasa dan menghentikan paksa kegiatan reklamasi pantai untuk pembangunan tambak garam di Desa Gersik Putih, Jum’at (14/4/2023).

Excavator beserta operatornya yang tengah menguruk laut juga dipindah ke lokasi awal di Dermaga Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget.

Aksi warga itu sudah kesekian kalinya dalam menolak pembangunan tambak garam, namun pemerintah desa dan investor ngotot mereklamasi pantai untuk dibangun tambak seluas 42 hektar.

Warga menilai pembangunan tambak akan berdampak buruk terhadap lingkungan dan ekosistem laut. Penghasilan warga dan nelayan sekitar yang biasa menangkap ikan dan mencari rajungan di kawasan tersebut juga terancam hilang.

Atas aksinya itu, warga dilaporkan ke Polres Sumenep atas dugaan penyanderaan ponton dan excavator oleh investor tambak garam.

Berita Terkait

Dapur MBG Citalang 2 Milik Rossa Diduga Sajikan Buah Naga Busuk untuk SDN Nagri Tengah
Mobilitas Tinggi, Jalan Dr. Cipto Masuk Zona Prioritas Kebersihan DLH Sumenep
Lima Hari Tak Keluar Kamar, Warga Sumenep Ditemukan Meninggal Dunia
Khofifah Indar Parawansa Salurkan Bansos Rp16 Miliar Lebih di Kabupaten Probolinggo
Khofifah Indar Parawansa Tinjau Banjir di Probolinggo, Mohammad Haris Pastikan Penanganan dan Rekonstruksi Dipercepat
Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Prediksi Hujan Petir di Madura
Hari Kedua Pencarian, Bocah 8 Tahun Tenggelam di Camplong Ditemukan Meninggal
Bupati Probolinggo Pimpin Langsung Penanganan Banjir di Kraksaan, Tegaskan Evaluasi Total

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:07 WIB

Dapur MBG Citalang 2 Milik Rossa Diduga Sajikan Buah Naga Busuk untuk SDN Nagri Tengah

Selasa, 24 Februari 2026 - 14:54 WIB

Mobilitas Tinggi, Jalan Dr. Cipto Masuk Zona Prioritas Kebersihan DLH Sumenep

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:41 WIB

Lima Hari Tak Keluar Kamar, Warga Sumenep Ditemukan Meninggal Dunia

Senin, 23 Februari 2026 - 16:40 WIB

Khofifah Indar Parawansa Salurkan Bansos Rp16 Miliar Lebih di Kabupaten Probolinggo

Senin, 23 Februari 2026 - 16:38 WIB

Khofifah Indar Parawansa Tinjau Banjir di Probolinggo, Mohammad Haris Pastikan Penanganan dan Rekonstruksi Dipercepat

Berita Terbaru

Kepala BPS Bangkalan, Fajar Fatahillah, saat bertemu jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bangkalan membahas persiapan Sensus Ekonomi 2026, Rabu (25/2/2026).

Pemerintahan

BPS Bangkalan Gelar Sensus Ekonomi 2026 Selama 60 Hari

Kamis, 26 Feb 2026 - 15:22 WIB

Presiden Prabowo Subianto menyapa mahasiswa dan diaspora Indonesia saat tiba di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab, Rabu (25/2/2026).

Internasional

Mahasiswa Indonesia di PEA Antusias Sambut Kunjungan Presiden Prabowo

Kamis, 26 Feb 2026 - 12:02 WIB

Hanif Faisol Nurofiq menyerahkan penghargaan kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pada Rakornas Pengelolaan Sampah 2026 di Jakarta.

Nasional

Pengelolaan Sampah Surabaya Terbaik se-Indonesia Tahun 2025

Kamis, 26 Feb 2026 - 10:11 WIB