Kejar Harga Tinggi, Petani Garam Persingkat Masa Panen

Kamis, 8 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani garam di Desa Karanganyar, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep sedang panen.

Petani garam di Desa Karanganyar, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep sedang panen.

SUMENEP, detikkota.com – Petani garam di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur berusaha panen lebih awal demi mengejar harga jual tertinggi.

Salah seorang petani garam asal Desa Karanganyar, Asy’ari mengatakan, umumnya panen dilakukan setelah 1 minggu. Namun saat ini dirinya memangkas waktu panen lebih cepat menjadi 3 hingga 4 hari saja.

“Memangkas masa panen untuk mengejar harga yang masih tinggi. Mumpung stok garam masih sedikit akibat kemarau pendek yang terjadi musim produksi tahun lalu,” jelasnya, Kamis (8/6/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kenaikan harga garam yang cukup signifikan disambut senang petani di Kabupaten Sumenep. Saat ini, harga garam mencapai Rp 5 juta per ton untuk kualitas rendah atau garam muda yang dipanen sebelum waktunya.

“Sementara untuk garam kualitas bagus atau garam tua yang dipanen seminggu atau lebih harganya bisa mencapai Rp 5,5 juta per ton, ” jelas Adi.

Padahal, harga normal garam biasanya hanya berada di kisaran Rp 2 juta dan paling tinggi Rp3 juta per ton. Dengan tingginya harga garam para petani bekerja ekstra memproduksi garam sebelum harganya kembali turun.

Menurutnya, momen kenaikan harga  garan harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Karena biasanya harga setinggi itu tidak akan bertahan lama.

“Dua minggu lagi sudah memasuki musim produksi dan panen raya. Stok garam akan semakin banyak. Otomatis harga garam akan mengalami penurunan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Polres Sumenep dan UPT PPD Perluas Layanan Pajak hingga Pulau Raas
Ratusan Casis Polri 2026 di Polres Sumenep Lolos Rikmin Awal
BMKG Ungkap Ciri Pancaroba, Waspadai Hujan Lebat dan Awan Cumulonimbus
Polres Sumenep Tegaskan Seleksi Polri 2026 Harus Bersih dan Transparan
Darurat BBM di Kepulauan Sumenep, Harga Melonjak hingga Rp30 Ribu dan Stok Nihil, Sekolah Lumpuh Nelayan Tak Melaut
Arus Balik Tol Trans Jawa Kondusif, 2,9 Juta Kendaraan Masuk Jakarta
Puncak Arus Balik Lebaran, Pelabuhan Ketapang Dipadati Kendaraan
Kepala BNPB Tinjau Banjir Pasuruan, Soroti Penanganan Jangka Pendek hingga Panjang

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 12:22 WIB

Polres Sumenep dan UPT PPD Perluas Layanan Pajak hingga Pulau Raas

Selasa, 7 April 2026 - 11:03 WIB

Ratusan Casis Polri 2026 di Polres Sumenep Lolos Rikmin Awal

Kamis, 2 April 2026 - 12:29 WIB

BMKG Ungkap Ciri Pancaroba, Waspadai Hujan Lebat dan Awan Cumulonimbus

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:40 WIB

Polres Sumenep Tegaskan Seleksi Polri 2026 Harus Bersih dan Transparan

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:26 WIB

Darurat BBM di Kepulauan Sumenep, Harga Melonjak hingga Rp30 Ribu dan Stok Nihil, Sekolah Lumpuh Nelayan Tak Melaut

Berita Terbaru