Sempat Dirawat, Pasien ODGJ Meninggal di Puskesmas Pasongsongan

Minggu, 11 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Pasongsongan menyolati jenazah ODGJ sebelum dikebumikan di TPU desa setempat.

Warga Pasongsongan menyolati jenazah ODGJ sebelum dikebumikan di TPU desa setempat.

SUMENEP, detikkota.com – Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) berjenis kelamin laki-laki meninggal di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur meninggal dunia setelah sebelumnya sempat dirawat karena mengalami luka lecet di bagian tangan dan kaki selama 2 hari.

Kepala Puskesmas Pasongsongan, dr. Ariyanis Rasdyahati mengatakan, saat dirawat di Puskesmas, korban masih bisa makan dan minum.

“Korban pertama masuk ke Puskesmas tanggal 8 Juni pukul 12.30 WIB,” terangnya, Minggu (11/6/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saat itu, kita periksa, tensinya 110/70 mmhg dan bisa komunikasi dengan perawat di Puskesmas,” imbuhnya.

Karena ODGJ tersebut bukan sakit panas atau sakit seperti orang normal biasanya, akhirnya dikirim ke Dinas Sosial P3A Sumenep selaku instansi yang menangani, pada Jumat, 9 Juni 2023.

Sebelum dikirim ke Dinsos, pihaknya mengaku sempat koordinasi dengan pihak Dinsos dan dijelaskan bahwa, ODGJ sedang tertidur akibat efek samping obat jiwa. Dan Dinsos mempersilahkan untuk membawa pasien tesebut.

“Sebelum kita kirim ke Dinsos, ODGJ kita beri obat itu karena ditakutkan melakukan tindakan yang tidak diinginkan,” tuturnya.

Namun setelah sampai di Dinas Sosial PA3 Sumenep ditolak dengan dalih di Rumah Perlindungan Sosial (RPS) tidak ada tenaga medis dan ODGJ dibawa kembali ke Puskesmas Pasongsongan.

Menurutnya, pada Sabtu 10 Juni 2023 sekitar pukul 06.20 WIB kondisi pasien ODGJ menurun dan akhirnya meninggal dunia.

Sementara Kepala Dinas Sosial PA3 Kabupaten Sumenep, Achmad Dzulkarnain berdalih, pihaknya menolak menerima pasien ODGJ karena kondisinya masih sakit. Sementara pihaknya tidak memiliki tenaga medis untuk merawat pasien.

“Kita sudah sampaikan kepada petugas yang mengantar. Sehatkan dulu baru kita terima. Kalau ada apa-apa, siapa yang bertanggungjawab,” kata Dzulkarnain.

Dzulkarnain menuturkan, koordinasi yanh dilakukan pihak Puskesmas dengan pihaknya belum menemukan kesepakatan, tetapi pasien ODGJ langsung dikirimkan ke Dinsos. “Koordinasinya belum selesai, tapi sidah dikirim,” tandasnya.

Berita Terkait

Ribuan Anak Probolinggo Tampilkan Budaya Nusantara di HUT RI
Semarak HUT ke-81 RI, Pemkot Probolinggo Gelar Lomba Antar-OPD
Curanmor di Lenteng Terungkap, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam
Menko Pangan Tampung Keluhan Petani Banyuwangi, Janji Kawal Perbaikan Irigasi
Dari Kampus ke Garda Demokrasi, Mahasiswa Uniba Madura Tuntaskan Magang di Bawaslu Sumenep
Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep soal Pemanfaatan AI
HUT ke-81 RI Jadi Momentum Kapolresta Sumenep Perkuat Pengabdian dan Sinergi
Bupati Fauzi Dorong Kabupaten Kepulauan, Sebut Aspirasi Warga Sudah Berlangsung Lama

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Ribuan Anak Probolinggo Tampilkan Budaya Nusantara di HUT RI

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Pemkot Probolinggo Gelar Lomba Antar-OPD

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Curanmor di Lenteng Terungkap, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Menko Pangan Tampung Keluhan Petani Banyuwangi, Janji Kawal Perbaikan Irigasi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Dari Kampus ke Garda Demokrasi, Mahasiswa Uniba Madura Tuntaskan Magang di Bawaslu Sumenep

Berita Terbaru

Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogi.

Polhukam

Kasus Hotman Paris, MIO Desak Polisi Jangan Tebang Pilih

Minggu, 23 Agu 2026 - 23:05 WIB