Banyu Kuwung, Pemandian Alami di Kaki Ijen yang Kian Diminati Wisatawan

Selasa, 9 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana kolam alami Banyu Kuwung yang dikelilingi pepohonan rimbun di lereng Gunung Ijen.

Suasana kolam alami Banyu Kuwung yang dikelilingi pepohonan rimbun di lereng Gunung Ijen.

BANYUWANGI, detikkota.com – Kabupaten Banyuwangi terus memaksimalkan potensi wisata alam di kawasan Gunung Ijen. Salah satu yang kini dikembangkan adalah Banyu Kuwung, pemandian alami yang bersumber dari mata air pegunungan di kaki Ijen.

Terletak di Dusun Panggang, Desa/Kecamatan Licin, Banyu Kuwung menyajikan kolam alami dengan udara sejuk dan panorama rimbun. Kawasan yang dikelola Pokdarwis setempat ini mulai dibangun pada 2020 dan resmi dibuka pada 2022. Kolam berada di lereng Gunung Ijen dan dikelilingi pepohonan besar sehingga menghadirkan suasana teduh.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyebut Banyu Kuwung sebagai destinasi yang menawarkan kenyamanan bagi keluarga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sangat alami. Cocok untuk berlibur maupun sekadar refreshing dari hiruk-pikuk kota,” ujar Ipuk saat meninjau lokasi melalui agenda Bunga Desa, Senin (8/12/2025).

Wisatawan dapat berenang di kolam dengan kedalaman 60–120 sentimeter sambil menikmati kesegaran mata air. Area gazebo juga tersedia bagi pengunjung yang ingin beristirahat sembari menikmati pemandangan.

“Desa ini dianugerahi sumber mata air melimpah. Silakan dikelola untuk meningkatkan perekonomian warga, dan mari dijaga bersama,” tambah Ipuk.

Ketua Pokdarwis Banyu Kuwung, Heriyanto, menjelaskan bahwa lokasi tersebut sebelumnya adalah lahan milik warga yang kurang produktif.

“Awalnya hanya dipakai menanam selada air dan hasilnya kurang baik. Kami mengusulkan untuk mengembangkan wisata, dan pemilik lahan menyetujui bahkan menghibahkannya,” ujarnya.

Sejak dibuka, antusiasme pengunjung cukup tinggi. Pada masa awal operasional, kunjungan akhir pekan mencapai sekitar 1.200 orang. Kehadiran wisata ini turut menggerakkan ekonomi warga sekitar.

Fasilitas yang tersedia antara lain area parkir luas, warung makan, musala, toilet, dan camping ground. Banyu Kuwung buka setiap hari kecuali Jumat yang digunakan untuk pembersihan. Jam operasional Senin–Kamis pukul 08.00–16.00, sedangkan akhir pekan pukul 07.00–16.00. Tiket masuk ditetapkan Rp 5.000 per orang.

Penulis : Bi

Editor : Bi

Berita Terkait

Sego Lemeng dan Kopi Uthek Meriahkan Festival “Janda Reni” di Banyuwangi
Ground Breaking JLKT, Upaya Jaga Ekosistem dan Tata Wisata Bromo
Banyuwangi Jadi Magnet Syuting, Raffi Ahmad dan The Dudas Turun Gunung
Festival Durian Songgon Angkat Potensi Lokal, Bupati Ipuk Apresiasi Kreativitas Desa
Ribuan Durian Meriahkan Selamatan Desa di Pasuruan, Tradisi Tetap Terjaga
Pulau Merah Jadi Magnet, Kunjungan Wisata Banyuwangi Tembus 240 Ribu
Tangani Sampah Wisata, Lumajang Galakkan Gerakan Indonesia Asri
Tradisi Combodug Sampang 2026 Berlangsung Meriah, Ribuan Warga Padati Lokasi

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 23:20 WIB

Sego Lemeng dan Kopi Uthek Meriahkan Festival “Janda Reni” di Banyuwangi

Selasa, 14 April 2026 - 07:41 WIB

Ground Breaking JLKT, Upaya Jaga Ekosistem dan Tata Wisata Bromo

Senin, 13 April 2026 - 09:47 WIB

Banyuwangi Jadi Magnet Syuting, Raffi Ahmad dan The Dudas Turun Gunung

Selasa, 7 April 2026 - 11:26 WIB

Festival Durian Songgon Angkat Potensi Lokal, Bupati Ipuk Apresiasi Kreativitas Desa

Senin, 6 April 2026 - 11:05 WIB

Ribuan Durian Meriahkan Selamatan Desa di Pasuruan, Tradisi Tetap Terjaga

Berita Terbaru