Festival Durian Songgon Angkat Potensi Lokal, Bupati Ipuk Apresiasi Kreativitas Desa

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Festival Durian Songgon di Kecamatan Songgon.

Festival Durian Songgon di Kecamatan Songgon.

BANYUWANGI, detikkota.com – Desa Songgon, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi kembali menunjukkan potensinya sebagai sentra durian unggulan melalui gelaran Festival Durian Songgon yang berlangsung pada 4–5 April 2026.

Kecamatan Songgon tercatat memiliki luas lahan durian mencapai 94,8 hektare dengan produksi mencapai 3.716 ton pada tahun 2025, menjadikannya salah satu daerah penghasil durian berkualitas di Banyuwangi.

Festival tersebut menghadirkan beragam jenis durian, mulai dari durian pelangi, durian merah hingga durian lokal berwarna kuning. Kegiatan ini merupakan inisiatif pemerintah desa bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pemuda karang taruna setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi langkah kreatif desa dalam mempromosikan potensi lokal melalui festival tersebut.

“Ini patut kita apresiasi bagaimana desa berinisiatif mengangkat potensinya lewat cara kreatif seperti festival durian ini,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Berbagai kegiatan turut meramaikan festival, di antaranya kontes durian, bazar durian, sarasehan pengembangan komoditas durian, hingga agenda makan durian sepuasnya.

Pada kesempatan itu, Ipuk juga mencicipi durian khas Songgon yang memiliki warna unik, seperti merah dan oranye, hasil panen kebun warga setempat.

Sementara itu, Kepala Desa Songgon, M. Qodari, menyebut festival digelar bertepatan dengan musim panen raya durian. Namun, produksi tahun ini mengalami penurunan sekitar 30 persen akibat faktor cuaca.

“Durian asli Songgon masih tersedia hingga akhir April, setelah itu akan mulai berkurang karena masa panen berakhir,” ujarnya.

Salah satu agenda menarik adalah kontes durian yang diikuti 42 peserta dalam dua kategori, yakni durian lokal premium dan durian warna. Salah satu pemenang, Artoni, memperkenalkan durian karyanya bernama Srengege Wetan dengan warna oranye kemerahan.

Selain itu, kegiatan makan durian sepuasnya juga menarik minat pengunjung. Dengan tiket Rp100 ribu, peserta bebas menikmati ratusan durian yang disediakan panitia.

Festival ini diharapkan mampu mendorong promosi durian lokal sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat desa melalui sektor agrowisata.

Penulis : Bi

Editor : M/Red

Berita Terkait

Tumpeng Sewu Kemiren Jadi Simbol Gotong Royong dan Pelestarian Budaya Osing
Bupati Ipuk dan Tokoh Lintas Agama Sambut Kedatangan Biksu Thudong di Banyuwangi
CV Bangkit Anugrah Jaya Kembali Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Tambang Pasir
Wabup Sumenep Dorong Penampilan Jaran Serek Lebih Kreatif dan Modern
Kuliner Ikan Asap Blimbingsari Banyuwangi Bertahan Sejak 1977, Jadi Favorit Wisatawan
Revitalisasi Pantai Pondok Bali Subang Segera Dimulai, Kang Rey Tegaskan Fokus Pada Penataan Tanpa Merusak Ekosistem
Terak Bulan Geger Jadi Panggung Budaya dan Penggerak UMKM di Bangkalan
Ritual Hong Bahhong dari Geger Diajukan ke WBTbI

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:30 WIB

Tumpeng Sewu Kemiren Jadi Simbol Gotong Royong dan Pelestarian Budaya Osing

Senin, 11 Mei 2026 - 19:46 WIB

Bupati Ipuk dan Tokoh Lintas Agama Sambut Kedatangan Biksu Thudong di Banyuwangi

Minggu, 10 Mei 2026 - 16:42 WIB

CV Bangkit Anugrah Jaya Kembali Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Tambang Pasir

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:58 WIB

Wabup Sumenep Dorong Penampilan Jaran Serek Lebih Kreatif dan Modern

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:49 WIB

Kuliner Ikan Asap Blimbingsari Banyuwangi Bertahan Sejak 1977, Jadi Favorit Wisatawan

Berita Terbaru