PMII UNIBA Madura Tolak Pilkada Lewat DPRD, Dinilai Ancam Kedaulatan Rakyat

Kamis, 8 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Bahauddin Mudhary (UNIBA) Madura secara tegas menyatakan penolakannya terhadap wacana pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD.

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Bahauddin Mudhary (UNIBA) Madura secara tegas menyatakan penolakannya terhadap wacana pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD.

SUMENEP, detikkota.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Bahauddin Mudhary (UNIBA) Madura secara tegas menyatakan penolakannya terhadap wacana pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD.

PMII UNIBA Madura menilai skema tersebut sebagai bentuk kemunduran demokrasi yang berpotensi menghilangkan kedaulatan rakyat dalam menentukan pemimpin daerah secara langsung.

Ketua Komisariat PMII UNIBA Madura, Tijanuz Zaman, menegaskan bahwa Pilkada langsung merupakan hasil perjuangan panjang reformasi yang tidak boleh ditarik kembali hanya dengan alasan efisiensi anggaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pilkada langsung adalah hasil perjuangan reformasi. Ini tidak boleh ditarik mundur hanya karena alasan efisiensi anggaran,” kata Zaman, Kamis (8/1/2025).

Menurutnya, tingginya biaya Pilkada bukan disebabkan oleh mekanisme pemilihan langsung, melainkan karena sistem politik yang belum dibenahi.

“Ini cacat logika. Pembiayaan besar itu terjadi karena threshold tidak dihapus dan politik masih dianggap barang langka. Jangan justru menghapus hak rakyat,” tegasnya.

PMII UNIBA Madura juga menilai pemilihan kepala daerah melalui DPRD berbahaya bagi demokrasi, khususnya di Kabupaten Sumenep yang membutuhkan pemimpin dengan legitimasi kuat dari rakyat.

“Pemimpin daerah harus punya legitimasi langsung dari rakyat, bukan dari ruang-ruang politik tertutup,” ujarnya.

Zaman menambahkan, mekanisme Pilkada melalui DPRD justru membuka ruang praktik transaksional dan oligarki partai.

“Melalui DPRD, praktik transaksional, kompromi kepentingan, dan oligarki partai akan lebih mulus berjalan tanpa pengawasan publik. Rakyat hanya dijadikan objek, bukan subjek,” tambahnya.

PMII UNIBA Madura juga menyayangkan sikap sejumlah partai politik yang dinilai melegitimasi wacana tersebut. Menurut mereka, DPRD seharusnya menjadi representasi suara rakyat, bukan mengambil alih hak rakyat.

“DPRD itu wakil rakyat, bukan perampas hak rakyat,” ujar Zaman.

Sebagai bentuk sikap, PMII UNIBA Madura menyatakan siap berada di barisan terdepan apabila kebijakan tersebut benar-benar diberlakukan.

“Bagi kami, demokrasi adalah harga diri rakyat. Kami tidak akan diam jika ini diterapkan. Darah kami akan kami taruhkan,” katanya.

PMII UNIBA Madura juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu menjaga nilai-nilai demokrasi dan semangat reformasi.

“Reformasi memakan banyak korban. Jangan pernah mengkhianati perjuangan itu,” pungkas Zaman.

Penulis : Red

Editor : Red

Berita Terkait

Diduga ODGJ Tidur di Trotoar Kota Sumenep, SERDADU Desak Pemkab Jangan Tutup Mata
Diduga Pengambilan Batu dari Kawasan Mata Air, Proyek P3-TGAI Desa Margaluyu Tuai Sorotan
Karya Bakti TNI AD Skala Besar Siap Digelar di Madura, Libatkan Ribuan Prajurit dan Perwira Tinggi
Kapolres Sumenep Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Laut pada Hari Laut Sedunia 2026
Diduga Lalai Pasang Rambu, Jalan Bekas Proyek Drainase di Sumenep Sebabkan Korban Luka Berat
MIO Indonesia Ucapkan Selamat, FORKABI Kembali Dipimpin H. Abdul Ghoni
Rembug Lansia Banyuwangi Jadi Wadah Serap Aspirasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan
PSHT Cabang Sumenep Perkuat Silaturahmi dengan Yon TP 931/Ksatria Jokotole

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:52 WIB

Diduga ODGJ Tidur di Trotoar Kota Sumenep, SERDADU Desak Pemkab Jangan Tutup Mata

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:49 WIB

Diduga Pengambilan Batu dari Kawasan Mata Air, Proyek P3-TGAI Desa Margaluyu Tuai Sorotan

Senin, 8 Juni 2026 - 23:53 WIB

Karya Bakti TNI AD Skala Besar Siap Digelar di Madura, Libatkan Ribuan Prajurit dan Perwira Tinggi

Senin, 8 Juni 2026 - 11:41 WIB

Kapolres Sumenep Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Laut pada Hari Laut Sedunia 2026

Minggu, 7 Juni 2026 - 16:47 WIB

Diduga Lalai Pasang Rambu, Jalan Bekas Proyek Drainase di Sumenep Sebabkan Korban Luka Berat

Berita Terbaru