PROBOLINGGO, detikkota.com – Bupati Probolinggo Mohammad Haris bersama Wakil Bupati Fahmi AHZ, pimpinan DPRD dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turun langsung memimpin penanganan banjir di wilayah terdampak, khususnya Kecamatan Kraksaan, Minggu (22/2/2026) siang.
Penanganan dilakukan bersama BPBD, Dinas Sosial serta OPD teknis lainnya guna memastikan langkah cepat, terukur dan terkoordinasi.
Dalam keterangannya, Bupati Haris menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa anak-anak warga Desa Sidodadi, Kecamatan Paiton, yang terseret arus saat banjir terjadi. Ia menyebut banjir tahun ini termasuk yang tertinggi akibat curah hujan ekstrem di wilayah hulu dan hilir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski demikian, Pemkab Probolinggo tidak hanya menyalahkan faktor cuaca. Evaluasi dan asesmen menyeluruh akan segera dilakukan, mengingat Kraksaan merupakan ibu kota kabupaten.
“Saya minta kepada tim Siaga Bencana, camat dan seluruh OPD terkait untuk betul-betul melaksanakan evaluasi dan asesmen total serta mengajak seluruh lapisan masyarakat menyelesaikan persoalan ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, kondisi geografis Kabupaten Probolinggo yang memiliki bentang alam dari 0 hingga 3.000 meter di atas permukaan laut menuntut konsep penanganan komprehensif berbasis kajian teknis.
“Pemkab Probolinggo adalah satu sistem. Bukan hanya Bupati dan Wabup, tapi juga DPRD, Sekda, kepala OPD, camat dan seluruh jajaran yang selalu siaga. Begitu hujan deras tak berhenti, kami semua bersiap menghadapi kemungkinan terburuk,” ujarnya.
Terkait infrastruktur terdampak, khususnya jembatan, Bupati meminta masyarakat bersabar karena pembangunan ulang harus melalui kajian matang agar tidak kembali rusak saat musim hujan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto mengatakan pihaknya masih menunggu hasil asesmen dari BPBD dan Tagana sebelum menyalurkan bantuan cadangan pangan.
“Kami menunggu hasil asesmen terlebih dahulu. Jika sudah terdata, kami akan mempertimbangkan penyaluran bantuan cadangan pangan berupa beras bagi keluarga terdampak. Karena ada empat kecamatan terdampak, pendataan akan dikonsentrasikan melalui BPBD agar satu pintu,” jelasnya.
Camat Kraksaan Puja Kurniawan menambahkan, berdasarkan pantauan saat luapan Sungai Kertosono belum surut, terdapat tiga kelurahan terdampak yakni Sidomukti, Patokan dan Kraksaan Wetan. Untuk wilayah desa meliputi Rangkang, Sidopekso, Bulu, Alassumur Kulon dan Kandangjati Wetan.
Menurutnya, hampir seluruh sungai di Kecamatan Kraksaan mengalami lonjakan debit air signifikan sejak Sabtu malam (21/2).
“Untuk mekanisme penyaluran bantuan dan upaya pemulihan lanjutan, kami masih menunggu hasil asesmen dari BPBD, Dinas PUPR, Perkim dan OPD terkait. Jika diperlukan kerja bakti, kami juga akan mengerahkan masyarakat melalui program padat karya tunai,” ungkapnya.
Hingga kini, Pemkab Probolinggo terus mengintensifkan koordinasi lintas sektor guna memastikan keselamatan warga menjadi prioritas serta menyiapkan langkah pemulihan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Penulis : HT
Editor : HT/TBI/M/Red







