Pemkot Surabaya Siapkan Operasi Yustisi Antisipasi Urbanisasi Pasca Lebaran

Selasa, 17 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkot Surabaya menyiapkan langkah pengawasan urbanisasi melalui operasi yustisi pasca Lebaran 2026.

Pemkot Surabaya menyiapkan langkah pengawasan urbanisasi melalui operasi yustisi pasca Lebaran 2026.

SURABAYA, detikkota.com — Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan langkah pengawasan untuk mengantisipasi lonjakan urbanisasi pasca arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri 2026. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar operasi yustisi terhadap pendatang baru.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan pemerintah kota akan memantau setiap warga yang masuk ke Surabaya, termasuk memastikan pekerjaan dan sumber penghasilan mereka.

“Kalau tidak memiliki pekerjaan yang jelas, tentu akan kami pertimbangkan untuk tidak masuk ke Surabaya,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pengawasan tersebut penting untuk mencegah munculnya berbagai persoalan sosial di perkotaan, seperti meningkatnya jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), termasuk pengemis dan gelandangan, serta potensi tindak kejahatan.

Untuk itu, Pemkot Surabaya akan melibatkan berbagai perangkat daerah hingga tingkat RT/RW dalam melakukan pengawasan terhadap arus pendatang.

Eri juga mengimbau warga yang membawa atau mempekerjakan pendatang dari luar daerah agar melaporkan keberadaan mereka kepada pengurus lingkungan setempat guna memudahkan proses pendataan.

“Dengan pelaporan tersebut, kita bisa mengetahui jumlah warga dan pendatang beserta pekerjaan mereka. Ini penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban kota,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Surabaya, M Fikser, menyebut fenomena urbanisasi pasca Lebaran merupakan agenda rutin yang selalu diantisipasi setiap tahun.

Ia menegaskan, Surabaya tetap terbuka bagi pendatang, namun diharapkan memiliki keterampilan dan tujuan yang jelas.

Sebagai bentuk pengawasan, operasi yustisi akan melibatkan unsur pemerintah wilayah mulai dari kelurahan hingga kecamatan. Dalam operasi tersebut, pendatang akan diperiksa terkait kelengkapan administrasi, tempat tinggal, serta pekerjaan.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Achmad Zaini, menambahkan bahwa pengawasan juga dilakukan melalui koordinasi lintas daerah.

Menurutnya, pendatang yang datang tanpa kepastian pekerjaan berpotensi menghadapi kesulitan hidup di kota besar.

“Jika ada yang datang dengan janji pekerjaan tertentu, akan kami cek dokumen dan perusahaan yang dimaksud,” tegasnya.

Penulis : Sur

Editor : Id

Berita Terkait

Apel Cuti Lebaran, Dandim Sumenep Ingatkan Prajurit Jaga Keamanan
Pengamanan Terpadu, Arus Mudik di Pelabuhan Masalembu Lancar
Pemkot Surabaya Pastikan Layanan Publik Tetap Berjalan Selama Libur Idulfitri 1447 H
GPPS Soroti Belanja Sarung Rp709 Juta dari APBD Sumenep, Dinilai Tidak Prioritaskan Kesejahteraan Rakyat
MIO Indonesia Sumenep Gelar Aksi Sosial Ramadan, Bagi Takjil dan Santunan Anak Yatim
Pemkab Probolinggo Perketat Pengawasan Program MBG Lewat Monitoring SPPG
Polres Pasuruan Dirikan 7 Pos Pengamanan Selama Operasi Ketupat Semeru 2026
Pemkab Banyuwangi Sediakan 10 Pos Kesehatan di Jalur Mudik Lebaran 2026

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 18:45 WIB

Pemkot Surabaya Siapkan Operasi Yustisi Antisipasi Urbanisasi Pasca Lebaran

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:49 WIB

Apel Cuti Lebaran, Dandim Sumenep Ingatkan Prajurit Jaga Keamanan

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:06 WIB

Pengamanan Terpadu, Arus Mudik di Pelabuhan Masalembu Lancar

Selasa, 17 Maret 2026 - 09:59 WIB

Pemkot Surabaya Pastikan Layanan Publik Tetap Berjalan Selama Libur Idulfitri 1447 H

Senin, 16 Maret 2026 - 23:24 WIB

GPPS Soroti Belanja Sarung Rp709 Juta dari APBD Sumenep, Dinilai Tidak Prioritaskan Kesejahteraan Rakyat

Berita Terbaru