BMKG Peringatkan Potensi Kemarau Panjang di Madura akibat El Niño

Senin, 20 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, saat memberikan keterangan terkait kondisi cuaca di Madura.

Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, saat memberikan keterangan terkait kondisi cuaca di Madura.

SUMENEP, detikkota.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Madura untuk mewaspadai potensi kemarau panjang akibat fenomena El Niño yang diprediksi menguat dalam beberapa bulan ke depan.

Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, menyampaikan bahwa saat ini wilayah Madura masih berada dalam masa peralihan musim atau pancaroba. Sejumlah daerah mulai memasuki awal musim kemarau, namun belum terjadi secara merata.

“Sebagian wilayah sudah mulai kemarau, tetapi belum merata. Diperkirakan akhir April hingga Mei sebagian besar wilayah Madura akan masuk musim kemarau,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pada fase awal kemarau, hujan masih berpotensi terjadi meski bersifat lokal dan dengan intensitas yang cenderung menurun.

BMKG juga mencatat adanya indikasi peningkatan fenomena El Niño menuju kategori moderat. Kondisi ini berpotensi memperpanjang durasi musim kemarau dan meningkatkan kekeringan di sejumlah wilayah.

“Kondisi ini perlu diwaspadai karena bisa membuat kemarau lebih panjang dan kering,” kata Ari.

Selain itu, BMKG mendeteksi adanya titik panas di wilayah Sampang yang mengindikasikan potensi kebakaran lahan. Masyarakat diminta berhati-hati dalam beraktivitas agar tidak memicu kebakaran.

Perubahan suhu yang cukup signifikan antara pagi dan siang hari juga menjadi perhatian. Warga diimbau menjaga kesehatan di tengah kondisi cuaca yang tidak stabil.

Di sektor kelautan, angin timuran yang mulai aktif menyebabkan tinggi gelombang di perairan Madura berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter. Kondisi ini dinilai berisiko bagi aktivitas pelayaran, khususnya di jalur yang berhadapan langsung dengan arah angin.

BMKG mengimbau nelayan dan pengguna transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

Sementara itu, sektor pertanian dan perikanan diharapkan mampu beradaptasi dengan kondisi kemarau. Petani garam dan tembakau dinilai berpeluang meningkatkan produktivitas jika mampu memanfaatkan musim kering secara optimal.

BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi perubahan cuaca guna meminimalkan risiko yang ditimbulkan.

Penulis : M

Editor : Id

Berita Terkait

Bupati Ipuk Beri Dukungan kepada Penari Gandrung Sewu Korban Kebakaran Kapal
Kapolresta dan BNNK Sumenep Gelar Razia Narkotika di Kafe dan Pelabuhan Kalianget
Dubes Australia Tertarik Saksikan Blue Fire Kawah Ijen Banyuwangi
70 Desa di Sumenep Terdampak Kekeringan, Pemprov Jatim Targetkan Pembangunan Sumur Bor pada 2027
Bupati Bangkalan Ajak Pelajar dan Masyarakat Budayakan Hidup Bersih Lewat Bangkalan Berse Onggu
Kapolresta Sumenep Ngopi Bareng Warga, Buka Ruang Aspirasi dan Perkuat Komunikasi
Proyek Jembatan Sukamukti Rp31,77 Miliar Disorot, Mutu Kwalitas Pekerjaan dan Pengawasan Dipertanyakan
BELA PURWAKARTA APRESIASI BENNI IRWAN, ABADI DALAM SILATURAHMI

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Bupati Ipuk Beri Dukungan kepada Penari Gandrung Sewu Korban Kebakaran Kapal

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Kapolresta dan BNNK Sumenep Gelar Razia Narkotika di Kafe dan Pelabuhan Kalianget

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Dubes Australia Tertarik Saksikan Blue Fire Kawah Ijen Banyuwangi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:38 WIB

70 Desa di Sumenep Terdampak Kekeringan, Pemprov Jatim Targetkan Pembangunan Sumur Bor pada 2027

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Bupati Bangkalan Ajak Pelajar dan Masyarakat Budayakan Hidup Bersih Lewat Bangkalan Berse Onggu

Berita Terbaru