Wajah Ekonomi Sumenep dari Pinggir Jalan Panglima Sudirman

Sabtu, 9 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah tukang becak sarapan sederhana di pinggir Jalan Panglima Sudirman, Kabupaten Sumenep, Sabtu (9/5/2026). Potret ini menjadi gambaran nyata denyut ekonomi masyarakat kecil di tengah persoalan kemiskinan, pengangguran, dan rendahnya kualitas SDM.

Sejumlah tukang becak sarapan sederhana di pinggir Jalan Panglima Sudirman, Kabupaten Sumenep, Sabtu (9/5/2026). Potret ini menjadi gambaran nyata denyut ekonomi masyarakat kecil di tengah persoalan kemiskinan, pengangguran, dan rendahnya kualitas SDM.

SUMENEP, detikkota.com – Pagi itu, matahari belum terlalu tinggi di Jalan Panglima Sudirman, Sumenep. Beberapa tukang becak duduk lesehan di pinggir jalan, menikmati sarapan sederhana sebelum kembali menarik pedal demi rupiah demi rupiah.

Tidak ada jas rapi, ruang ber-AC, atau meja rapat penuh istilah pertumbuhan ekonomi. Yang ada hanya wajah-wajah lelah, sandal usang, dan harapan agar hari itu ada penumpang yang datang.

Foto sederhana ini sesungguhnya berbicara lebih jujur dibanding banyak pidato seremonial tentang pembangunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah gencarnya jargon peningkatan ekonomi daerah, realitas masyarakat kecil di Sumenep masih berkutat pada persoalan dasar: pekerjaan yang tidak pasti, penghasilan harian yang makin tipis, dan biaya hidup yang terus naik.
Becak, yang dahulu menjadi simbol transportasi rakyat, kini perlahan tersisih oleh kendaraan online dan modernisasi kota. Namun bagi sebagian orang, menarik becak tetap menjadi pilihan terakhir karena minimnya lapangan pekerjaan dan rendahnya keterampilan yang dimiliki.

Persoalan ini tidak bisa dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia (SDM) yang masih menjadi pekerjaan rumah besar di Sumenep. Tingkat pendidikan yang belum merata membuat banyak masyarakat kesulitan bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.

Akibatnya, sektor informal menjadi pelarian utama. Dari tukang becak, buruh harian, pedagang kecil, hingga pekerja serabutan yang hidup tanpa jaminan sosial dan kepastian pendapatan.

Ironisnya, angka kemiskinan masih menjadi bayang-bayang panjang bagi Sumenep, meski daerah ini memiliki potensi besar mulai sektor migas, pertanian, kelautan, hingga pariwisata.

Pertanyaannya sederhana: mengapa kekayaan daerah belum sepenuhnya menghadirkan kesejahteraan yang merata?

Pembangunan fisik memang penting. Jalan diperbaiki, taman dipercantik, acara seremonial digelar meriah. Tetapi pembangunan manusia jauh lebih mendesak. Pendidikan yang berkualitas, pelatihan kerja, pemberdayaan ekonomi, dan akses lapangan pekerjaan semestinya menjadi prioritas utama.

Sebab selama masih banyak warga yang menggantungkan hidup dari pekerjaan rentan dengan penghasilan pas-pasan, maka pembangunan belum benar-benar menyentuh akar persoalan.

Di sudut jalan itu, para tukang becak mungkin tidak bicara tentang inflasi, pertumbuhan ekonomi, atau indeks pembangunan manusia. Namun kehidupan mereka adalah data paling nyata tentang kondisi ekonomi yang sebenarnya.

Penulis : M

Editor : Id

Berita Terkait

BMKG Prakirakan Mayoritas Wilayah Jawa Timur Cerah Berawan
Kuliner Ikan Asap Blimbingsari Banyuwangi Bertahan Sejak 1977, Jadi Favorit Wisatawan
Rupiah Masih Tertekan Meski Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen
Surat Mengendap Hampir Tiga Bulan, BTN Sumenep Baru Buka Suara Soal KPR dan Perumahan
Upah Tak Kunjung Cair, Buruh Pegaraman 1 Siap Kepung PT Garam
Dandim 0827/Sumenep Tinjau Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Ambunten
BSI dan Pemkab Subang Gelar “Subang Berhaji” untuk Antisipasi Keterbatasan Kuota Haji
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.420–Rp17.460 per Dolar AS

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:06 WIB

Wajah Ekonomi Sumenep dari Pinggir Jalan Panglima Sudirman

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:51 WIB

BMKG Prakirakan Mayoritas Wilayah Jawa Timur Cerah Berawan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:49 WIB

Kuliner Ikan Asap Blimbingsari Banyuwangi Bertahan Sejak 1977, Jadi Favorit Wisatawan

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:31 WIB

Rupiah Masih Tertekan Meski Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:25 WIB

Upah Tak Kunjung Cair, Buruh Pegaraman 1 Siap Kepung PT Garam

Berita Terbaru

Ilustrasi

Ekonomi

Rupiah Masih Tertekan Meski Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:31 WIB