BANYUWANGI, detikkota.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Banyuwangi, Sabtu (18/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Khofifah terpukau dengan penampilan seorang siswi yang membawakan lagu berbahasa Osing dan langsung mengundangnya tampil pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada 17 Agustus 2026.
Kunjungan diawali dengan dialog bersama para siswa mengenai cita-cita mereka. Beragam profesi disampaikan, mulai dari pemilik bengkel, polisi, guru, hingga penyanyi internasional.
Saat mendengar Desvita Maharani bercita-cita menjadi penyanyi, Khofifah memintanya menunjukkan kemampuan bernyanyi di hadapan rombongan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Siswi yang baru naik ke kelas IX itu kemudian membawakan lagu berbahasa Osing berjudul Loro Sesigar. Penampilannya mendapat tepuk tangan dari Gubernur dan para tamu yang hadir.
“Bagus suaranya. Belajar ke siapa?” tanya Khofifah.
“Ke ibu. Ibu juga penyanyi,” jawab Desvita.
Mendengar jawaban tersebut, Khofifah langsung mengundang Desvita untuk tampil pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gedung Grahadi.
“Kalau 17 Agustus nanti menyanyi di Gedung Grahadi mau ya,” ujar Khofifah yang disambut anggukan dan persetujuan Desvita.
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga memberikan motivasi kepada seluruh siswa agar terus belajar dengan tekun, disiplin, dan menghormati orang tua maupun guru demi mewujudkan cita-cita mereka.
Desvita mengaku tidak menyangka mendapat kesempatan tampil di Gedung Grahadi. Ia mengaku bahagia karena impiannya menjadi penyanyi mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Timur.
“Perasaan saya campur aduk, pastinya senang. Semoga cita-cita saya berkembang dan bisa tercapai. Terima kasih Ibu Khofifah dan Bapak Prabowo,” ujar Desvita.
Selain berdialog dengan siswa, Khofifah juga meninjau ruang kelas hingga fasilitas olahraga di Sekolah Rakyat Banyuwangi yang dibangun di atas lahan seluas tujuh hektare.
Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan program strategis yang memberikan akses pendidikan berkualitas secara gratis sekaligus membangun karakter dan kemandirian peserta didik.
“Saya rasa sulit menemukan sekolah dengan fasilitas seperti ini dan semuanya gratis. Program ini sangat strategis untuk membangun karakter, kemandirian, dan memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan,” kata Khofifah.
Ia menambahkan, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak, baik yang masih berstatus rintisan maupun permanen. Pada tahun ini, sebanyak 7.651 siswa dari kelompok desil 1 dan 2 atau kategori miskin dan miskin ekstrem telah diterima di Sekolah Rakyat.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi jenjang SMA, Chitra Arti Maharani, mengatakan saat ini Sekolah Rakyat Banyuwangi memiliki 440 siswa.
Menurutnya, pembangunan gedung permanen telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan rampung pada 30 Juli 2026.
“Gedung baru ditargetkan rampung pada 30 Juli. Jika sesuai target, anak-anak dijadwalkan mulai menempati pada 31 Juli 2026,” ujar Chitra.
Penulis : Bi
Editor : Red







