Libatkan Nelayan dan Masyarakat Pesisir, Banyuwangi Jadi Contoh Penerapan Ekonomi Biru ASEAN

Kamis, 23 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, detikkota.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mengembangkan potensi bahari berbasis pemberdayaan masyarakat pesisir mendapat apresiasi dari delegasi peserta ASEAN-ID Blue. Pengakuan tersebut disampaikan setelah para delegasi melakukan kunjungan lapangan ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng dan Bangsring Underwater pada rangkaian forum ASEAN-ID Blue yang berlangsung pada 16–19 Juli 2026.

ASEAN-ID Blue merupakan forum internasional yang mempertemukan negara-negara ASEAN, East Asia Summit (EAS), dan Pacific Islands Forum (PIF) untuk berbagi praktik terbaik dalam pengembangan ekonomi biru.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan kepercayaan yang diberikan Kementerian Luar Negeri RI kepada Banyuwangi sebagai tuan rumah menjadi kesempatan berharga untuk bertukar pengalaman dengan berbagai negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami berterima kasih atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan Kemenlu kepada Banyuwangi. Forum ini menjadi wadah strategis bagi kami untuk memperoleh wawasan dan pengalaman baru terkait implementasi ekonomi biru dari berbagai negara,” ujar Ipuk, Rabu (22/7/2026).

Selain mengikuti forum diskusi, para delegasi juga melakukan studi lapangan mengenai praktik ekonomi biru di Banyuwangi. Mereka meninjau hilirisasi hasil perikanan yang dikelola Koperasi Nelayan Merah Putih Lateng, serta melihat langsung pengelolaan kawasan konservasi laut di Bangsring Underwater, termasuk mengikuti kegiatan coral adoption atau penanaman terumbu karang.

Staf Ahli Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri RI, Zelda Wulan Kartika, menilai Banyuwangi menjadi contoh nyata implementasi ekonomi biru yang melibatkan masyarakat.

“Babak baru ekonomi biru ASEAN akan semakin ditentukan oleh tempat-tempat seperti Banyuwangi, ketika koperasi nelayan, UMKM, dan kelompok konservasi mampu menerjemahkan komitmen antarnegara menjadi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Di Bangsring Underwater, para delegasi mendapatkan penjelasan mengenai transformasi kawasan pesisir yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat praktik penangkapan ikan menggunakan bom dan potasium. Berkat inisiatif Kelompok Nelayan Samudra Bhakti, kawasan tersebut kini berkembang menjadi kawasan konservasi sekaligus destinasi ekowisata.

Ketua Kelompok Nelayan Samudra Bhakti, Ikhwan Arief, mengatakan perubahan diawali dengan mengubah pola pikir masyarakat nelayan agar meninggalkan praktik penangkapan ikan yang merusak lingkungan.

“Kami mengedukasi nelayan untuk melakukan konservasi sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui ekowisata,” ujarnya.

Saat ini Bangsring Underwater menjadi salah satu destinasi wisata bahari unggulan Banyuwangi. Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas, mulai dari memberi makan ikan di rumah apung, snorkeling di kawasan transplantasi terumbu karang, hingga melihat patung penari Gandrung di bawah laut.

Ikhwan menambahkan, pihaknya kini membina 51 kelompok nelayan dengan sekitar 2.000 anggota di berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 72 persen di antaranya telah mengadopsi konsep konservasi dan ekowisata seperti yang diterapkan di Bangsring.

Sementara itu, Director of Sectoral Development ASEAN Secretariat, Dr. Kanchana Wanichkorn, mengaku terkesan dengan keberhasilan masyarakat Bangsring dalam memadukan konservasi lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi.

“Saya berharap praktik terbaik di Banyuwangi ini dapat diterapkan dalam skala yang lebih luas. Sekretariat ASEAN siap mendukung dan mempertemukan berbagai pihak agar model seperti ini dapat direplikasi di negara-negara ASEAN lainnya,” katanya.

Sebelumnya, di Kampung Nelayan Merah Putih Lateng, para delegasi juga mempelajari pengelolaan koperasi nelayan yang mengembangkan hilirisasi hasil perikanan melalui sektor pariwisata. Hasil tangkapan nelayan tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk kuliner bernilai tambah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Penulis : Bi

Editor : Red

Berita Terkait

Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur, Pilih Fokus Jalani Pengobatan Jantung
Banyuwangi Jadi Tuan Rumah Konsolidasi Delegasi Indonesia dalam ASEAN Smart Cities Network
Wapres Gibran Tinjau Pasar Banyuwangi, Apresiasi Konsep Modern Bernuansa Osing
PBNU Tetapkan Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU
Nanik Sudaryati Deyang Resmi Pimpin BGN, Pemerintah Soroti Ketegasan dan Disiplin
Bukan Hanya Dadan, Dua Mantan Wakil Kepala BGN Juga Keluar dari Kejagung Mengenakan Rompi Tahanan
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Keluar dari Kejagung Mengenakan Rompi Tahanan
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Pengamat Nilai Pergantian Pimpinan Belum Tentu Selesaikan Masalah MBG

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:02 WIB

Libatkan Nelayan dan Masyarakat Pesisir, Banyuwangi Jadi Contoh Penerapan Ekonomi Biru ASEAN

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:04 WIB

Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur, Pilih Fokus Jalani Pengobatan Jantung

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:43 WIB

Banyuwangi Jadi Tuan Rumah Konsolidasi Delegasi Indonesia dalam ASEAN Smart Cities Network

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:56 WIB

Wapres Gibran Tinjau Pasar Banyuwangi, Apresiasi Konsep Modern Bernuansa Osing

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:27 WIB

PBNU Tetapkan Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU

Berita Terbaru