Tidak Ada PPKM, Pasar Sapi di Lenteng Sumenep Tetap Beroperasi, Ini Kata Sekjen PA GMNI

Minggu, 11 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Pasar sapi di Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tetap beroperasi, meski saat ini pemerintah melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Sehingga hal tersebut sangat disayangkan oleh Mansur Hans, selaku Sekjen PA GMNI Sumenep.

Dia menjelaskan, beroperasinya pasar sapi di Lenteng tersebut akibat dari kurangnya sosialisasi dari aparat maupun pemerintah setempat. Harusnya, kata dia, sosialisasi yang diberikan pemerintah kecamatan, Polsek, dan pihak berwajib lainnya, dilaksanakan jauh-jauh hari sebelumnya sehingga tidak terjadi peristiwa seperti sekarang ini.

“Mestinya Polsek dan aparat yang bertanggung jawab lainnya, sudah ambil inisiatif sejak PPKM Darurat ini diberlakukan, sehingga pedagang faham dan mengurungkan niatnya untuk berjualan, bukan hanya sosialisasi, aparat juga melakukan penyekatan di tiap titik menuju pasar sapi Lenteng, lalu, kalau sudah terjadi kerumunan seperti tadi masyarakat yang disalahkan? Kan lucu,” ujar pria yang akrab disapa Mansur ini, Minggu (11/7/2021).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihaknya sudah sangat mendukung atas inisiatif pemerintah dari pusat hingga kabupaten telah memberlakukan PPKM Darurat, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang semakin hari semakin bertambah parah. Pihaknya juga sangat berharap, agar PPKM diberlakukan secara adil tanpa pandang bulu. Sehingga tidak ada diskrimasi mengenai kebijakan pemerintah ini.

“Saya sangat mendukung, pemerintah sudah melakukan penyekatan dibeberapa titik menuju Kota Sumenep, dan juga beberapa tempat berkerumun seperti cafe, toko maupun pasar modern dilakukan pemberlakuan jam buka tutup. Tapi sayang Pasar Lenteng tetap beroperasi. Padahal jika ada haflatul imtihan lantang aparat secara tegas membubarkan, dan ini sangat melukai hati masyarakat,” jelasnya.

“Semoga tidak ada diskriminasi dalam PPKM ini, agar tidak ada yang merasa tidak mendapatkan keadilan. Ekonomi Indonesia saat ini sudah lesu, jangan lukai hati masyarakat dengan ketidak adilan,” pungkasnya. (Md)

Berita Terkait

Temui Presiden FIFA, Prabowo Dorong Sepak Bola Jadi Instrumen Bangun Karakter Bangsa
Presiden Prabowo Minta Komunikasi Pemerintah Sederhana, Terbuka, dan Dialogis
BGN Buka Jalan Mitra MBG Ganti Yayasan yang Cuma Minta Setoran
Polri Mutasi 88 Pati dan Pamen, 19 Kapolda Berganti
Program Gentengisasi Merah Putih Direalisasikan, 500 Ribu Genteng dari Plered Dikirim Menggunakan 125 Truk
Pesan Listyo Sigit untuk Kapolri Suyudi: Jaga Amanah dan Utamakan Pelayanan Masyarakat
Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Tersangka, Ditpolair Korpolairud Lakukan Penahanan
Satpol PP Surabaya Segel Toko Mihol di Wonokromo, 10 Botol Diamankan

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Temui Presiden FIFA, Prabowo Dorong Sepak Bola Jadi Instrumen Bangun Karakter Bangsa

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Presiden Prabowo Minta Komunikasi Pemerintah Sederhana, Terbuka, dan Dialogis

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:53 WIB

BGN Buka Jalan Mitra MBG Ganti Yayasan yang Cuma Minta Setoran

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Polri Mutasi 88 Pati dan Pamen, 19 Kapolda Berganti

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Program Gentengisasi Merah Putih Direalisasikan, 500 Ribu Genteng dari Plered Dikirim Menggunakan 125 Truk

Berita Terbaru