Dirut PT Garam Buka Suara Soal Penunjukan PT Enggal Jaya Sentosa

Rabu, 14 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Achmad Ardianto, Direktur Utama PT Garam (Persero) akhirnya buka suara soal penunjukan PT Enggal Jaya Sentosa sebagai pemenang tender penyedia jasa tenaga kerja di pegaraman.

Achmad Ardianto mengatakan, bahwa pengadaan di perusahaan plat merah yang dinahkodainya tersebut tidak mengenal istilah tender terbuka dan tertutup.

“Pengadaan PT Garam (Persero) tidak mengenal tender terbuka atau tertutup, karena sesuai prinsip sebagaimana diatas, terbuka dan transparan merupakan prinsip pengadaan,” katanya melalui keterangan tertulis. Rabu (14/7/2021)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pengadaan PT Garam (Persero) menjunjung tinggi prinsip-prinsip pengadaan, “Efisien, efektif, kompetitif, Transparan, adil dan wajar, terbuka, dan akuntabel,” jelasnya.

Istilah yang digunakan oleh PT Garam dalam pengadaan barang dan jasa diperusahaannya ialah, tender terbatas tender yang mengundang seluruh rekanan terdaftar (sesuai bidang usahanya) di pengadaan PT Garam. Sedangkan tender umum adalah tender yang diumumkan melalui media massa, Website Perusahaan, e-Procurement.

Hanya Perbedaan Istilah

Dalam ilmu ekonomi, Tender terbuka adalah tender yang diumumkan kepada publik dan dapat diikuti oleh siapa saja yang memenuhi persyaratan.

Kelemahannya, kekurangan tender terbuka adalah perusahaan tersebut memang memiliki kualifikasi dan harga yang lebih miring tapi track recordnya belum tentu bagus.

Tender tertutup adalah tender yang diumumkan hanya kepada perusahaan, badan atau idividu tertentu yang ditunjuk langsung oleh penyelenggara tender.

Bahayanya, proses tender tertutup ini sangat rentan, terhadap praktek KKN, karena tidak diketahui juga harga yang diajukan oleh perusahaan pesaing.

Merujuk kepada definisi diatas secara subtstansi tidak ada perbedaan yang cukup fundamental melainkan sebatas perbedaan istilah.

Pengadaan Tenaga Kerja di PT Garam

PT Enggal Jaya Sentosa memenangkan pekerjaan, dalam pengadaan kebutuhan tenaga kerja PT Garam di pegaraman I melalui proses tender terbatas.

“PT Enggal Jaya Sentosa memenangkan pekerjaan dengan tender terbatas,” kata Achmad Ardianto melelui keterangan tertulisnya. Rabu (14/7).

Dijelaskan Ardi, pada pekerjaan penyedia tenaga kerja, PT Garam mengundang 7 rekanan terdaftar di bidang pekerjaan penyedia tenaga kerja, dengan kode, 78200. Dari 7 rekanan yang diundang, terdapat 3 perusahaan yang memasukkan penawaran.

“Setelah dilakukan evaluasi melalui sistem harga terendah, maka pemenang pekerjaan tersebut adalah PT Enggal Jaya Sentosa,” jelasnya

Ardi juga menepis isu penunjukan PT Enggal Jaya Sentosa yang disinyalir syarat akan praktek kolusi dan nepotisme, “Tidak ada sanggahan dari perusahaan kompetitor atas penunjukan PT Enggal Jaya Sentosa sebagai pemenang.
Melalui pemeriksaan dokumen penawaran formil legalitas PT Enggal Jaya Sentosa, tidak ditemukan afiliasi antara PT Enggal Jaya Sentosa dengan karyawan atau mantan karyawan PT Garam (Persero),” tepisnya.

Isu KKN dalam proses tender pengadaan tenaga kerja outsourcing di PT Garam santer setelah dalam beberapa minggu terakhir muncul problem ketenaga kerjaan di pegaraman I.

Buah Dari Tender Terbatas

Penunjukan perusahaan outsourcing PT Enggal Jaya Sentosa melalui tender terbatas. Dalam pengerjaannya sebagai pemenang tender untuk pengadaan tenaga kerja di pegaraman I, PT Enggal jaya Sentosa mulai muncul beberapa problem.

Diantaranya, unjuk rasa para pekerja pada Rabu (19/5/2021) yang mempertanyakan mengenani pemberhentian buruh perempuan. Dan pada Selasa (15/6/2021) buruh kembali berunjuk rasa menuntut hak upah kerja segera dibayarkan. Pasalnya, upah yang diberikan tidak sesuai dengan besaran upah yang dijanjikan.

Selanjutnya, Minggu (27/6/2021) sebelas hari yang lalu. Buruh kembali melakukan aksi protes. Aksi ini dipicu atas kebijakan perusahaan yang memberhentikan sebagian buruh secara sepihak.

Perjuangan ratusan buruh PT. Garam pun tak berhenti disitu. Setelah beberapa kali melakukan aksi ke kantor Pegaraman I di Desa Karang Anyar, Kecamatan Kalianget, mereka juga mendatangi kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Sumenep beberapa waktu lalu.

Tujuan mereka ialah untuk memperjuangkan nasib ratusan buruh yang dinilai diberhentikan sepihak oleh perusahaan milik negara itu. Mereka menuntut adanya kepastian kontrak kerja. Sebab, selama ini mereka bekerja tanpa ikatan kontrak hitam di atas putih.

Hingga kini, kejelasan dan kepastian PT Garam Persero menunjuk PT Enggal Jaya Sentosa masih menuai polemik, termasuk diikuti oleh beberapa problem dalam perjalanannya.

Berita Terkait

Banyuwangi Kembali Jadi Pilot Project Nasional Pengentasan Kemiskinan
Ribuan Anak Probolinggo Tampilkan Budaya Nusantara di HUT RI
Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair dan 1,57 Juta Rokok Ilegal di Kepri
Semarak HUT ke-81 RI, Pemkot Probolinggo Gelar Lomba Antar-OPD
Curanmor di Lenteng Terungkap, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam
Menko Pangan Tampung Keluhan Petani Banyuwangi, Janji Kawal Perbaikan Irigasi
Dari Kampus ke Garda Demokrasi, Mahasiswa Uniba Madura Tuntaskan Magang di Bawaslu Sumenep
Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep soal Pemanfaatan AI

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Banyuwangi Kembali Jadi Pilot Project Nasional Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Ribuan Anak Probolinggo Tampilkan Budaya Nusantara di HUT RI

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Pemkot Probolinggo Gelar Lomba Antar-OPD

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Curanmor di Lenteng Terungkap, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Menko Pangan Tampung Keluhan Petani Banyuwangi, Janji Kawal Perbaikan Irigasi

Berita Terbaru

Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogi.

Polhukam

Kasus Hotman Paris, MIO Desak Polisi Jangan Tebang Pilih

Minggu, 23 Agu 2026 - 23:05 WIB