Ayo Ngabuburit di Wisata Budaya Sumenep, Banyak Tempat dan Barang Bersejarah

Minggu, 26 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Sore hari di bulan Ramadan, biasa digunakan untuk jalan-jalan sambil membeli kebutuhan buka puasa. Aktivitas rutin ini dikenal dengan istilah ngabuburit.

Agar lebih menarik, mari ngabuburit di salah satu wisata budaya di Sumenep yang masih terjaga keasriannya, yaitu Museum Keraton.

Mengunjungi tempat bersejarah itu sambil menunggu buka puasa, merupakan pilihan tepat bagi para pengunjung. Museum Keraton Sumenep, merupakan salah satu destinasi wisata yang mulai banyak diganderungi para pelancong, pasca Pandemi Covid-19. Baik dari dalam maupun luar negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Mohammad Iksan mengatakan,  di Museum Keraton Sumenep banyak menyimpan aneka peninggalan sejarah.

Bila dilihat dari sisi bangunan, Keraton Sumenep sendiri terdiri dari 4 bangunan dan 1 Pemandian Taman Sare. Dengan begitu, ada 5 bangunan bersejarah di komplek keraton tersebut.

“Bagi wisatawan yang ingin melihat peninggalan sejarah secara langsung bisa datang ke sini,” kata Iksan, Minggu (26/3/2023).

Wisatawan yang berkunjung akan masuk dari sebelah selatan. Diawali dengan mengunjungi komplek pemakaman Raja dan Bupati Sumenep. Mulai dari masa kepemimpinan Arya Wiraradja atau Banyak Wedi di tahun 1269 hingga 1292.

Pada periode kepemimpinan selanjutnya, ada Pangeran Djokotole, kemudian Tumenggung Tirtonegoro atau Bindara Saod tahun 1750-1762 sampai bupati saat ini.

“Wisatawan yang berkunjung ke sana bisa melihat langsung peninggalan raja terdahulu,” tambahnya.

Salah satu ikon wisata sejarah yang harus dilihat adalah kereta adipati Arya Wiraradja. Kereta itu sudah berusia hampir seribu tahun.

Seperti diketahui, Arya Wiradaja memerintah Sumenep di akhir pemerintahan Kerajaan Singasari dan membantu pembentukan Kerajaan Majapahit.

Selain itu, wisatawan juga bisa melihat benda bersejarah peninggalan Sultan Abdur Rachman, cucu Bindara Saod yang memerintah Sumenep sejak abad ke-18. Peninggalan itu antara lain ada Al Quran yang ditulis dalam semalam oleh Sultan Abdur Rachman. Ada juga kereta kuda hadiah dari Kerajaan Inggris.

Namun demikian, tidak semua sudut bangunan keraton Sumenep bisa dikunjungi wisatawan. Bangunan yang dibiarkan tertutup adalah tempat tidur para raja. Wisatawan yang datang hanya diizinkan melihatnya dari luar dengan cara mengintip di jendela kaca.

Tak ketinggalan, wisatawan juga harus berkunjung ke Taman Sare. Mereka biasanya mencuci muka di taman pemandian Potre Koning itu. Masyarakat meyakini, air kolam pemandian itu bisa membuat awet muda dan memudahkan jodoh.(red)

Berita Terkait

Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia hingga Tembus Olimpiade
Operasi Besar Rokok Ilegal di Madura, Ratusan Pengusaha dan 271 PR UMKM Disebut Akan Diperiksa
Kolaborasi Dua Terminal Selamatkan Anak Hilang Asal Sumenep
Polres Sumenep dan UPT PPD Perluas Layanan Pajak hingga Pulau Raas
Ponpes Ngalah Pasuruan Tanamkan Nilai Toleransi dan Multikulturalisme
Festival Durian Songgon Angkat Potensi Lokal, Bupati Ipuk Apresiasi Kreativitas Desa
Ratusan Casis Polri 2026 di Polres Sumenep Lolos Rikmin Awal
Ribuan Durian Meriahkan Selamatan Desa di Pasuruan, Tradisi Tetap Terjaga

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 12:17 WIB

Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia hingga Tembus Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 - 19:49 WIB

Operasi Besar Rokok Ilegal di Madura, Ratusan Pengusaha dan 271 PR UMKM Disebut Akan Diperiksa

Sabtu, 11 April 2026 - 11:21 WIB

Kolaborasi Dua Terminal Selamatkan Anak Hilang Asal Sumenep

Jumat, 10 April 2026 - 12:22 WIB

Polres Sumenep dan UPT PPD Perluas Layanan Pajak hingga Pulau Raas

Rabu, 8 April 2026 - 16:47 WIB

Ponpes Ngalah Pasuruan Tanamkan Nilai Toleransi dan Multikulturalisme

Berita Terbaru