Banyuwangi Disiapkan Jadi Pemasok Bioetanol Nasional, Pabrik 30 Ribu KL Dibangun di Glenmore

Sabtu, 7 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Groundbreaking pembangunan pabrik bioetanol berkapasitas 30 ribu KL per tahun di kawasan Pabrik Gula Glenmore, Banyuwangi.

Groundbreaking pembangunan pabrik bioetanol berkapasitas 30 ribu KL per tahun di kawasan Pabrik Gula Glenmore, Banyuwangi.

BANYUWANGI, detikkota.com – Kabupaten Banyuwangi diproyeksikan menjadi salah satu daerah pemasok bahan bakar ramah lingkungan nasional melalui pembangunan pabrik bioetanol di kawasan Pabrik Gula (PG) Glenmore. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 30 ribu kiloliter (KL) per tahun dan menjadi bagian dari agenda transisi energi nasional.

Pabrik bioetanol tersebut akan mengolah molase atau tetes tebu menjadi energi bersih berbasis bioetanol, guna mendukung bauran energi nasional serta mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM).

Proyek ini dibangun oleh PT Pertamina secara sinergis dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di atas lahan seluas 10 hektare. Pembangunan pabrik masuk dalam fase pertama program hilirisasi yang dijalankan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan, keberadaan pabrik bioetanol akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pasokan energi bersih nasional. Selain itu, proyek tersebut juga berdampak positif bagi sektor pertanian tebu di daerah.

“Bioetanol merupakan energi bersih yang lebih ramah lingkungan. Keberadaan pabrik ini juga akan memaksimalkan penyerapan tebu petani Banyuwangi dan daerah sekitar, tidak hanya untuk produksi gula tetapi juga sebagai bahan baku bioetanol,” ujar Ipuk, Sabtu (7/2/2026).

Pembangunan pabrik dijadwalkan dimulai pada Juni 2026 dengan estimasi waktu pengerjaan selama 24 bulan. Proses groundbreaking telah dilakukan pada Jumat (6/2/2026).

Direktur Transformasi dan Kelanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, mengatakan pabrik bioetanol terintegrasi di Banyuwangi diproyeksikan menghasilkan 30.000 kiloliter bioetanol per tahun berbasis tebu.

Menurutnya, proyek ini merupakan langkah transformasi produk sampingan industri gula menjadi energi bersih yang bernilai ekonomi tinggi. Dengan kapasitas tersebut, pabrik diperkirakan mampu menekan impor BBM hingga USD 13,9 juta atau setara Rp233,52 miliar per tahun, serta menurunkan emisi karbon sekitar 66.000 ton CO₂ ekuivalen.

“Hasil produksi bioetanol nantinya akan dikirim ke Terminal BBM Pertamina untuk kemudian disalurkan ke pasar melalui SPBU Pertamina,” jelas Agung.

Saat ini, Pertamina telah menyalurkan produk Pertamax Green 95 dengan kandungan etanol 5 persen melalui 177 SPBU di Pulau Jawa. Ke depan, dengan beroperasinya pabrik bioetanol Banyuwangi, cakupan distribusi akan diperluas sekaligus meningkatkan kadar etanol dalam BBM.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara, Mahmudi, memastikan ketersediaan bahan baku molase dalam kondisi aman. Produksi molase SGN mencapai hampir 700 ribu ton per tahun, yang juga akan disokong oleh lima pabrik gula di sekitar Banyuwangi.

“Untuk produksi sekitar 100 KLP dibutuhkan kurang lebih 120 ribu ton molase per tahun. Dari sisi feedstock kami pastikan mencukupi,” ungkap Mahmudi.

Penulis : Bi

Editor : Bi

Berita Terkait

Presiden Prabowo Dorong Percepatan Program Waste to Energy di Kota Besar
Pemerintah Kaji WFH Sehari dalam Sepekan, Sejumlah Sektor Berpotensi Dikecualikan
Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 24 Maret 2026, Cek Pergerakannya
Wamenhub Suntana Tinjau Langsung Antrean Panjang Pemudik Bali–Jawa di Gilimanuk
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, GMNI Jatim Desak Pengusutan Tuntas
BMKG Ingatkan Warga Jatim Waspada Cuaca Ekstrem Saat Pancaroba Maret–April 2026
Taman Nasional Alas Purwo Ditutup Dua Hari Saat Idulfitri 2026
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi pada Peringatan Nuzulul Qur’an

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 13:13 WIB

Presiden Prabowo Dorong Percepatan Program Waste to Energy di Kota Besar

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:20 WIB

Pemerintah Kaji WFH Sehari dalam Sepekan, Sejumlah Sektor Berpotensi Dikecualikan

Selasa, 24 Maret 2026 - 14:01 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 24 Maret 2026, Cek Pergerakannya

Senin, 16 Maret 2026 - 12:15 WIB

Wamenhub Suntana Tinjau Langsung Antrean Panjang Pemudik Bali–Jawa di Gilimanuk

Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:05 WIB

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, GMNI Jatim Desak Pengusutan Tuntas

Berita Terbaru

Surat Edaran Bupati Sumenep Nomor 17 Tahun 2026 tentang penghematan BBM yang mewajibkan ASN menggunakan transportasi non-BBM setiap hari Jumat.

Pemerintahan

Mulai April 2026, ASN Sumenep Wajib Non-BBM Setiap Hari Jumat

Sabtu, 28 Mar 2026 - 12:44 WIB