BMKG Peringatkan Potensi Awan Cumulonimbus di Sejumlah Wilayah 5–11 Mei 2026

Selasa, 5 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, detikkota.com – BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di berbagai wilayah Indonesia pada periode 5 hingga 11 Mei 2026.

Berdasarkan analisis model cuaca numerik, pertumbuhan awan Cb diperkirakan terjadi secara signifikan baik di wilayah daratan maupun perairan. Awan jenis ini dikenal berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem seperti hujan lebat, kilat, petir, serta gangguan turbulensi yang dapat berdampak pada keselamatan penerbangan.

BMKG mengelompokkan wilayah dengan tingkat kemunculan awan tinggi ke dalam kategori Frequent (FRQ), yaitu dengan cakupan lebih dari 75 persen. Wilayah yang masuk kategori ini meliputi Laut Arafuru bagian tengah, Laut Banda, Laut Jawa bagian timur, Laut Maluku, Laut Seram, serta Samudra Hindia di barat Aceh, barat Lampung, dan selatan Banten. Untuk wilayah daratan, Provinsi Maluku juga termasuk dalam kategori tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pada wilayah dengan kategori frequent, pertumbuhan awan terjadi secara masif dan berkelanjutan, sehingga berpotensi mengganggu jarak pandang serta aktivitas pelayaran dan penerbangan,” demikian keterangan BMKG.

Selain itu, BMKG juga mencatat adanya potensi kategori Occasional (OCNL) dengan cakupan awan antara 50 hingga 75 persen yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia. Wilayah tersebut mencakup sebagian besar Pulau Sumatera, Jawa, seluruh Kalimantan dan Sulawesi, hingga wilayah Indonesia timur seperti Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, dan Papua.

BMKG menjelaskan bahwa informasi ini merupakan bagian dari prakiraan cuaca penerbangan yang berlaku selama tujuh hari ke depan, dengan tiga kategori utama yakni Isolated (ISOL) di bawah 50 persen, Occasional (OCNL) 50–75 persen, dan Frequent (FRQ) di atas 75 persen.

Pihak BMKG mengimbau para pelaku transportasi, khususnya pilot dan nakhoda, untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi wilayah terdampak. Masyarakat juga diminta waspada terhadap potensi perubahan cuaca secara tiba-tiba yang dapat terjadi akibat pertumbuhan awan tersebut.

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui kanal resmi BMKG maupun aplikasi InfoBMKG.

Penulis : Jack

Editor : Jack/Red

Berita Terkait

Wabup Sumenep Pantau Tes CAT Rekrutmen BLUD RSUD, Pastikan Seleksi Transparan dan Bebas Intervensi
KPK Periksa 16 Saksi Kasus Dana Hibah Pokmas Jatim di Sumenep, Pengusaha MBG Ikut Dipanggil
Jadwal Puasa Sunah Zulhijah 1447 H Resmi Ditetapkan, Idul Adha Jatuh pada 27 Mei 2026
BMKG Prediksi 11 Daerah di Jatim Diguyur Hujan Lebat
KOPRI PMII Sumenep Sosialisasikan Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
KNPI Sumenep Periode Baru Usung Semangat Kolaborasi dan Nasionalisme
BMKG Pantau Bibit Siklon Tropis 96W di Timur Indonesia, Picu Gelombang Tinggi
PMII Sumenep Demo Pemkab, Desak Revisi Perda Tembakau

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:14 WIB

Wabup Sumenep Pantau Tes CAT Rekrutmen BLUD RSUD, Pastikan Seleksi Transparan dan Bebas Intervensi

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:23 WIB

KPK Periksa 16 Saksi Kasus Dana Hibah Pokmas Jatim di Sumenep, Pengusaha MBG Ikut Dipanggil

Senin, 18 Mei 2026 - 07:10 WIB

Jadwal Puasa Sunah Zulhijah 1447 H Resmi Ditetapkan, Idul Adha Jatuh pada 27 Mei 2026

Minggu, 17 Mei 2026 - 01:43 WIB

BMKG Prediksi 11 Daerah di Jatim Diguyur Hujan Lebat

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:16 WIB

KOPRI PMII Sumenep Sosialisasikan Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Berita Terbaru

Calon penerima Beasiswa Baznas Cendekia 2026 di Kantor Baznas Kabupaten Sumenep, Jalan KH Agus Salim, Selasa (19/05/2026).

Daerah

Ratusan Mahasiswa Ikuti Seleksi Beasiswa Baznas Sumenep

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:23 WIB