SUMENEP, detikkota.com – LSM BIDIK (Barisan Investigasi Dan Informasi Keadilan) menyoroti semakin maraknya pengiriman dan peredaran rokok ilegal di wilayah Madura. Organisasi tersebut berencana melayangkan surat resmi terkait pelaksanaan razia gabungan yang bersifat rahasia dan insidental bersama Bea Cukai Madura dan lintas LSM, organisasi kemahasiswaan, kepemudaan, ormas, serta organisasi wartawan atau jurnalis.
Ketua Umum LSM BIDIK, Didik Haryanto, menyatakan pihaknya akan menurunkan personel dari Departemen Hukum dan HAM internal organisasi untuk turut mengawal razia, khususnya pada aktivitas pengiriman rokok ilegal yang berlangsung setiap malam.
“Kami ingin membuktikan bahwa dibawah kepemimpinan Novianto peredaran rokok ilegal saat ini semakin terbuka dan masif. Setiap malam ada pengiriman menggunakan truk dalam jumlah besar,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Didik menilai, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Ia juga menyinggung adanya praktik “main mata” antara pelaku dan oknum tertentu, sehingga sebagian pengiriman disebut-sebut lolos dari penindakan.
Selain jalur darat, LSM BIDIK juga menyoroti penggunaan perahu dan kapal penumpang antar pulau untuk distribusi rokok ilegal. Menurutnya, jika benar terjadi, hal itu merupakan bentuk penyalahgunaan fasilitas transportasi publik bersubsidi.

LSM BIDIK mendesak aparat Bea Cukai dan instansi terkait memperketat pengawasan serta meningkatkan transparansi penindakan. Mereka berharap razia gabungan dapat menjadi langkah konkret untuk menekan peredaran rokok ilegal yang dinilai merugikan negara dan mengganggu iklim usaha yang sehat.
Penulis : M
Editor : M







