SURABAYA, detikkota.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Surabaya untuk menyiapkan diri menjadi pemimpin yang berkarakter dan memiliki kepedulian sosial. Pesan itu disampaikan saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SRT 2 Surabaya, Rabu (5/8/2026).
Di hadapan ratusan siswa dan tenaga pendidik, Eri menegaskan bahwa kepemimpinan tidak hanya diukur dari jabatan, tetapi juga dari kemampuan membantu sesama dan menghadirkan kedamaian.
“Percuma menjadi seorang pemimpin kalau tidak bisa menolong, percuma menjadi seorang pemimpin kalau tidak pernah menciptakan kedamaian, dan percuma sebagai seorang pemimpin kalau tidak punya jiwa sosial yang tinggi. Inilah yang disiapkan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Maka anak-anakku jangan sia-siakan apa yang disiapkan dan dibangun oleh presiden kita,” kata Eri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Eri, Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas hadirnya program tersebut di Kota Surabaya.
“Sekolah Rakyat ini untuk anak-anak kita, aset bangsa yang selama ini sulit mendapatkan pendidikan karena kondisi ekonomi orang tuanya. Saya berterima kasih kepada Pak Presiden. Insyaallah dari SRT 2 Surabaya ini akan lahir wali kota, gubernur, bahkan mungkin presiden,” ujarnya.
Eri optimistis para siswa yang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat akan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan tangguh. Menurutnya, karakter petarung menjadi salah satu nilai yang terus ditanamkan kepada para peserta didik.
“Kalau kata Pak Presiden, mereka ini sudah memiliki karakter petarung. Di Sekolah Rakyat ini memang diajarkan karakter petarung,” imbuhnya.
Saat ini SRT 2 Surabaya yang berada di Kecamatan Bulak menampung 368 siswa. Sebanyak 270 di antaranya merupakan peserta didik baru jenjang SD, SMP, dan SMA, sedangkan sisanya merupakan siswa dari program rintisan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Eri menjelaskan, penerimaan siswa diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem atau yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2.
“Jadi memang untuk anak-anak yang miskin ekstrem atau miskin di Desil 1 atau 2. Jadi semuanya diterima di sini,” jelasnya.
Salah seorang siswi kelas X SRT 2 Surabaya, Aisyah Farah, mengaku antusias mengikuti MPLS yang diisi kegiatan pembentukan karakter dan latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) bersama para taruna. Ia berharap pendidikan di Sekolah Rakyat menjadi jalan untuk mengubah masa depan keluarganya.
“Mau jadi orang sukses, membanggakan orang tua, dan memutus rantai kemiskinan keluarga,” ucap Aisyah.
Penulis : Su/Fa
Editor : Red







