LUMAJANG, detikkota.com – Penguatan peran kepala desa sebagai ujung tombak pembangunan kembali ditegaskan dalam pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Cabang Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (DPC PKDI) Kabupaten Lumajang periode 2025–2030, Rabu (7/1/2026).
Kegiatan yang digelar di Pendopo Suhanto Agro, Dusun Kebonarang, Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati. Sebanyak 31 kepala desa dari total 198 kepala desa se-Kabupaten Lumajang resmi dikukuhkan sebagai pengurus DPC PKDI.
Pengukuhan dilakukan oleh Ketua DPD PKDI Jawa Timur, Syaifullah Mahdi, menandai dimulainya kepengurusan baru yang diharapkan mampu memperkuat kapasitas kepemimpinan desa serta sinergi antarwilayah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Bupati Lumajang yang akrab disapa Bunda Indah menekankan pentingnya soliditas dan kekompakan kepala desa dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan desa. Menurutnya, perbedaan kondisi dan persoalan antar desa hanya dapat diatasi melalui kebersamaan dan komunikasi yang baik.
“Mudah-mudahan PKDI menjadi wadah untuk menjaga kekompakan dan kesolidan para kepala desa. Dengan kebersamaan, berbagai persoalan di desa dapat diselesaikan,” ujar Bunda Indah.
Ia juga mengajak seluruh kepala desa untuk membangun semangat solidaritas dalam menjalankan pemerintahan desa, baik dalam kondisi suka maupun duka, demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, Bupati mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah desa serta memperkuat tata kelola administrasi pemerintahan desa. Profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas dinilai menjadi kunci dalam pengelolaan kewenangan dan anggaran desa.
Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus DPC PKDI yang baru dikukuhkan dan berharap organisasi tersebut dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan dan peningkatan pelayanan publik.
Pengukuhan pengurus DPC PKDI Kabupaten Lumajang ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi kepemimpinan desa serta penguatan sinergi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah.
Penulis : An
Editor : An







