PROBOLINGGO, detikkota.com – Bunda PAUD Kota Probolinggo dr. Evariani melakukan visitasi dan edukasi gizi dalam rangka monitoring pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di TK Tunas Harapan.
Dalam kunjungannya, dr. Evariani yang juga Ketua TP PKK Kota Probolinggo menyapa siswa Kelompok A1 yang tengah bersiap menyantap menu MBG berupa nasi putih, ayam kremes, tempe bacem, tumis buncis dan baby corn, jeruk ponkam serta susu. Kegiatan serupa dilanjutkan ke kelas Kelompok A2 dan A3.
Di hadapan wali murid, ia menegaskan pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada periode emas perkembangan anak hingga usia delapan tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemberian makanan bergizi sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. Orang tua perlu memahami konsep gizi seimbang, mengenalkan variasi makanan sejak dini, serta menghindari gula, garam berlebih, dan penyedap rasa,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan orang tua agar rutin memantau berat dan tinggi badan anak, melengkapi imunisasi, serta menjaga daya tahan tubuh. Edukasi di rumah, lanjutnya, perlu selaras dengan program sekolah, termasuk membiasakan disiplin, membatasi penggunaan gawai, dan membangun kebiasaan makan bersama keluarga.
Menurutnya, jika anak menolak jenis makanan tertentu, orang tua dapat menggunakan pendekatan kreatif seperti melibatkan anak dalam proses memasak untuk menumbuhkan minat mencoba.
Sementara itu, Kepala PAUD Tunas Harapan Ngatim menyampaikan bahwa program MBG telah berjalan sejak 19 Agustus 2025 dan berlangsung lancar tanpa kendala berarti.
Menu MBG diberikan setiap Senin hingga Jumat dengan komposisi nasi, protein nabati dan hewani, sayur, buah, serta susu pada hari tertentu. Khusus Sabtu, siswa menerima paket berisi roti, susu, telur rebus, dan buah. Sekolah juga melakukan pemantauan kualitas makanan dan evaluasi sisa makanan sebagai bahan perbaikan.
Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Kota Probolinggo Eka Pujiyanti menambahkan, edukasi gizi di tingkat PAUD perlu terintegrasi dengan program MBG agar monitoring dan evaluasi berjalan optimal.
Program MBG diharapkan menjadi bagian dari upaya mencetak generasi sehat dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045 melalui sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah.
Penulis : dy/fa
Editor : dy/fa







