Campak Merebak di Pamekasan, Kasus Tembus 360 dengan 160 Positif

Selasa, 2 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

PAMEKASAN, detikkota.com – Kasus campak di Kabupaten Pamekasan terus meningkat dan kini mencapai 360 suspek. Dari jumlah itu, 160 dinyatakan positif, dengan Kecamatan Proppo menjadi wilayah tertinggi 40 kasus. Puskesmas Panaguan mencatat 29 kasus positif termasuk dua pasien meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, dr. Saifuddin, membenarkan adanya penyebaran signifikan kasus campak yang kini meluas ke sejumlah kecamatan dan desa. “Dari data terakhir, ada 17 desa yang sudah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) campak. Termasuk di Desa Batukalangan, Bugih, Campor, Dasok, hingga Polagan,” ujarnya, Senin (1/9/2025).

Sebaran kasus, lanjutnya, hampir merata di seluruh puskesmas. Selain Panaguan, Puskesmas Kowel mencatat 26 kasus suspek dengan 13 positif dan satu pasien meninggal, sedangkan Puskesmas Tlanakan melaporkan 36 suspek dengan sembilan positif dan satu meninggal. Kasus juga ditemukan di Pademawu (10 positif), Sopa’ah (19 positif), Galis (6 positif), Larangan (6 positif), Batumarmar (11 positif), serta Pasean dengan dua pasien positif dan dua meninggal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan angka ini, total suspek mencapai 360, dengan 160 positif dan 46 negatif. Sisanya ada yang sembuh maupun masih menjalani perawatan,” jelas Saifuddin.

Untuk menekan penyebaran, Dinas Kesehatan memperkuat langkah pencegahan melalui imunisasi massal, penanganan medis cepat, serta sosialisasi gejala awal campak kepada masyarakat.

“Kami mengimbau orang tua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan bila muncul gejala seperti demam tinggi, ruam, batuk, pilek, atau mata merah. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah penularan lebih luas,” pungkasnya.

Berita Terkait

Menteri Kehutanan Serahkan SK TORA 160,735 Hektare untuk 26 Desa di Banyuwangi
BRI, UMKM, dan Tantangan Dampak Nyata: Antara Ekspansi Kredit, CSR, dan Digitalisasi
Bupati Ipuk Deklarasikan Banyuwangi ASRI, Selaraskan Program Indonesia ASRI Presiden Prabowo
Clean Rivers Dukung Banyuwangi Bangun Dua TPS3R, Target Layani 850 Ribu Jiwa
Banyuwangi Disiapkan Jadi Pemasok Bioetanol Nasional, Pabrik 30 Ribu KL Dibangun di Glenmore
Presiden Prabowo Bahas Arah Politik Luar Negeri Bersama Tokoh dan Akademisi di Istana
Bansos Digital Nasional Bergulir, Banyuwangi Tampil sebagai Role Model
MIO Indonesia Minta Aparat Usut Dugaan Kekerasan terhadap Wartawan

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:55 WIB

Menteri Kehutanan Serahkan SK TORA 160,735 Hektare untuk 26 Desa di Banyuwangi

Kamis, 19 Februari 2026 - 09:19 WIB

BRI, UMKM, dan Tantangan Dampak Nyata: Antara Ekspansi Kredit, CSR, dan Digitalisasi

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:17 WIB

Bupati Ipuk Deklarasikan Banyuwangi ASRI, Selaraskan Program Indonesia ASRI Presiden Prabowo

Jumat, 13 Februari 2026 - 10:53 WIB

Clean Rivers Dukung Banyuwangi Bangun Dua TPS3R, Target Layani 850 Ribu Jiwa

Sabtu, 7 Februari 2026 - 22:56 WIB

Banyuwangi Disiapkan Jadi Pemasok Bioetanol Nasional, Pabrik 30 Ribu KL Dibangun di Glenmore

Berita Terbaru

Pj Sekda Sumenep bersama jajaran Dinsos P3A dan peserta saat kegiatan Penguatan Tim Gugus Tugas KLA di Graha Arya Wiraraja, Selasa (24/2/2026).

Pemerintahan

Dinsos P3A Sumenep Perkuat Gugus Tugas untuk Capai KLA 2026

Selasa, 24 Feb 2026 - 21:37 WIB