Demisioner PMII UIA Berikan Edukasi Produktifitas Kepada Anak Jalanan

Sabtu, 24 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG, detikkota.com – Ketua Demisioner Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Komisariat Universitas Islam As-Syafi’iyah (PMII UIA) Erlangga Abdul Kalam, menyambangi ruko di JL. RE Martadinata, Ciputat, kota Tangerang Selatan. 22/04/2021 kemaren. Didalam ruko berlantai 3 tersebut banyak berkumpul pria-pria penuh tato ditubuhnya. Tetapi pria bertato disini, tidak seperti pria bertato pada umumnya yang sering kita temukan di lampu-lampu merah atau dijalan-jalan kebanyakan. Jika selama ini kita berfikir mereka kriminal, bahkan jauh dari agama, justru disini mereka berada diposisi yang sebaliknya. Mereka semua tergabung dalam Komunitas Tasawuf Underground.

Yang diajarkan Rangga pada teman-teman punk jalanan adalah soal kemandirian. Bicara kemandirian itu sangat penting, terlebih bagi yang mengaku punk. Mau tidak mau, suka atau tidak suka, ketika kita memilih menjadi punk, maka harus bisa mandiri atau bertanggung jawab atas pilihan yang kita pilih.

Adapun bentuk kemandirian yang diajarkannya adalah metode menyablon kaos, poster dengan media cukil kayu. Teknik cukil kayu ini sebetulnya teknik kuno, tetapi tetap anti meastream. Tergantung sekreatif apa kita membuatnya. Salah satu keunggulannya ketika teman-teman jalanan ini (nanti) mahir menggunakan teknik seni cuki kayu ini, maka cukuplah kira-kira untuk biaya makan keluarga 2 minggu. Belum lagi kita disupport dengan pasar yang lumayan luas. Sayang kalau kemudian kita tidak bisa memanfaatkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain untuk kemandirian, cukil kayu ini juga asik untuk menemani waktu ngabuburit kita dibulan ramadhan. Selain mengisi kekosongan, sudah pasti bermanfaat, hal ini juga menurut Rangga akan meningkatkan produktifitas teman-teman jalanan (Tasawuf Underground) di bulan ramadhan. Tambahnya

Ia berharap dan mendo’akan, semoga kedepan semua teman-teman (Tasawuf Underground) mampu memahami prosesnya sekaligus merealisasikan kemandirian ini.

Semua dilakukan Rangga atas dasar rasa kepeduliannya pada teman-teman jalanan, disamping itu tentu sebagaimana tugas mahasiswa itu sendiri dan terlebih lagi PMII. Harus bisa menjadi bagian dari proses memberdayakan masyarakat. Beban berat bagi saya ketika tidak bisa memberikan kontribusi perubahan terhadap suatu keadaan. Karenanya saya belajar untuk maksimalkan minimal yang saya punya. Di PMII yang selalu terngiang di dalam benak saya adalah lirik dalam mars kebangsaannya. “Ilmu dan Bakti Kuberikan, Adil Makmur Kuperjuangkan”. Itu yang saya tanamkan perlahan. Pungkasnya

Berita Terkait

Banyuwangi Kembali Jadi Pilot Project Nasional Pengentasan Kemiskinan
Ribuan Anak Probolinggo Tampilkan Budaya Nusantara di HUT RI
Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair dan 1,57 Juta Rokok Ilegal di Kepri
Semarak HUT ke-81 RI, Pemkot Probolinggo Gelar Lomba Antar-OPD
Curanmor di Lenteng Terungkap, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam
Menko Pangan Tampung Keluhan Petani Banyuwangi, Janji Kawal Perbaikan Irigasi
Dari Kampus ke Garda Demokrasi, Mahasiswa Uniba Madura Tuntaskan Magang di Bawaslu Sumenep
Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep soal Pemanfaatan AI

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Banyuwangi Kembali Jadi Pilot Project Nasional Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Ribuan Anak Probolinggo Tampilkan Budaya Nusantara di HUT RI

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Pemkot Probolinggo Gelar Lomba Antar-OPD

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Curanmor di Lenteng Terungkap, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Menko Pangan Tampung Keluhan Petani Banyuwangi, Janji Kawal Perbaikan Irigasi

Berita Terbaru

Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogi.

Polhukam

Kasus Hotman Paris, MIO Desak Polisi Jangan Tebang Pilih

Minggu, 23 Agu 2026 - 23:05 WIB