Diduga Oknum Pengairan Lakukan Pungli Lagi

Rabu, 8 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi

Foto ilustrasi

BANYUWANGI, detikkota.com – Lagi -lagi dugaan pungutan liar di lakukan oleh oknum pegawai pengairan Korsda (kordinator sumber daya air) wilayah kecamatan genteng yang di lakukan oleh juru air kepada beberapa beberapa kelompok tani, melalui joko tirto (bahasa jawa) Dengan meminta sejumlah uang ,Oknum tersebut tidak pernah jera dengan pelanggaran – pelanggaran yang di lakukanya, seperti halnya beberapa tahun lalu, Oknum (adk) sempat membikin ulah dengan bermain judi di dalam kantor pengairan genteng,dan kali ini keluhan di sampaikan masyarakat terkait dugaan pungutan yang ia lakukan.

Informasi yang berhasil di peroleh media ini,banyak keluahan yang di sampaikan kepada wartawan terkait permintaan sejumlah uang yang di lakukan oleh juru air.

“iya mas juru air (Adk) meminta kepada kami sejumblah uang yang pertama Rp.600 ribu dan yang ke dua Rp.900 ribu itu baru -baru aja,dan ini akan dilakukan terus,kami harus menyetor sejumlah uang kepada (Adk.) Sudah pastinya kami sangat keberatan sekali mas,apalagi di masa pandemi ini” ucap salah satu joko tirto kepada wartawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat di konfirmasi korsda Genteng Ali mufad mengatakan ” kami tidak tau mas, tehnik yang di lapangan, cuma saya selalu berpesan kepada semua juru air untuk tidak melakukan pungutan kepada siapa saja, ya kalau masnya mau memberitakan monggo mas ” ucapnya saat di hubungi melalui sambungan selulernya.

Biaya pengusahaan pertanian pangan di masa pandemi ini sudah jauh lebih tidak efisien dari masa lalu. Dari sisi lahan salah satunya. Pada masa lalu, antara petani dan pemilik lahan ada bagi hasil dari kegiatan bertani. Sementara saat ini, petani harus menyewa dari pemilik lahan,Belum lagi petani harus mengeluarkan biaya lain – lainya, seperti biaya membagi air dan yang lainya

Sebut saja Sulaiman salah satu petani yang mengatakan selain sewa lahan kami petani juga wajib membayar pungutan kepada pihak-pihak yang menjaga pintu irigasi. “Enggak keluar uang, enggak dapat air,” kata dia.

Saat dihubungi via Telp oknum (Adk) menyangkal semua kegiatan dugaan pungutan liar yang dilakukanya “tidak mas, saya tidak melakukan pungutan itu,” ucapnya. (ar)

Berita Terkait

Sulaisi Soroti Kepastian Hukum Pedagang di Balik Polemik Lapak Pasar Ganding
Efek Banyuwangi Ethno Carnival 2026, KAI Catat 24 Ribu Lebih Penumpang di Banyuwangi
Polsek Ambunten Selidiki Pencurian Rumah, Korban Rugi Rp22,5 Juta
Ketum MIO Murka, Sebut Hotman Paris “Preman Berdasi” Usai Diduga Lecehkan Wartawan
Kapolresta Sumenep Luncurkan Layanan “HALO KAPOLRESTA” Saat Patroli KRYD Malam Akhir Pekan
Khofifah: Banyuwangi Ethno Carnival Bukti Budaya Lokal Mampu Mendunia
Khofifah Undang Siswi Sekolah Rakyat Banyuwangi Tampil di Grahadi Usai Terpukau Lagu Osing
Pisah Sambut Kapolresta Sumenep, Kombes Pol Ariek Indra Sentanu Resmi Gantikan AKBP Anang Hardiyanto

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 13:42 WIB

Sulaisi Soroti Kepastian Hukum Pedagang di Balik Polemik Lapak Pasar Ganding

Senin, 20 Juli 2026 - 13:33 WIB

Efek Banyuwangi Ethno Carnival 2026, KAI Catat 24 Ribu Lebih Penumpang di Banyuwangi

Senin, 20 Juli 2026 - 13:21 WIB

Polsek Ambunten Selidiki Pencurian Rumah, Korban Rugi Rp22,5 Juta

Minggu, 19 Juli 2026 - 07:40 WIB

Kapolresta Sumenep Luncurkan Layanan “HALO KAPOLRESTA” Saat Patroli KRYD Malam Akhir Pekan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:13 WIB

Khofifah: Banyuwangi Ethno Carnival Bukti Budaya Lokal Mampu Mendunia

Berita Terbaru