SUMENEP, detikkota.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep memperketat pengawasan pembibitan tembakau varietas Prancak 95. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas tembakau sejak tahap awal budidaya.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, turun langsung meninjau lokasi persemaian bibit Prancak 95. Dalam kunjungan tersebut, ia memeriksa kondisi persemaian, media tanam, perkembangan bibit, serta kesiapan lahan sebelum memasuki musim tanam.
Chainur juga berdialog dengan petani dan penyuluh pertanian untuk mengetahui berbagai kendala yang ditemukan selama proses pembibitan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bibit yang sehat menjadi fondasi utama untuk menghasilkan tembakau berkualitas. Karena itu, kami ingin memastikan sejak awal seluruh proses berjalan dengan baik,” kata Chainur, Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan, kualitas tembakau tidak hanya ditentukan ketika memasuki masa panen. Kualitas tersebut dipengaruhi berbagai tahapan, mulai dari pemilihan varietas, pembibitan, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama dan penyakit hingga proses panen.
Menurut Chainur, Prancak 95 menjadi salah satu varietas yang mendapat perhatian karena dinilai sesuai dengan karakteristik lahan di Sumenep dan mampu menghasilkan daun tembakau berkualitas.
Karena itu, DKPP memastikan proses pembibitan dilakukan dengan baik agar petani mendapatkan bibit yang sehat, seragam dan memiliki pertumbuhan optimal.
Selain pengawasan pembibitan, DKPP juga menyiapkan pendampingan bagi petani melalui tenaga penyuluh pertanian. Pendampingan dilakukan mulai dari persemaian, budidaya, pengendalian organisme pengganggu tanaman hingga teknik panen.
“Keberhasilan petani merupakan keberhasilan pemerintah daerah. Karena itu, kami akan terus hadir mendampingi mereka sejak bibit ditanam hingga hasil panen memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar,” ujarnya.
Chainur mengatakan, monitoring juga menjadi bagian dari evaluasi terhadap program pembinaan yang dijalankan DKPP. Evaluasi tersebut diperlukan untuk memastikan bantuan sarana produksi maupun pendampingan teknis benar-benar memberikan manfaat bagi petani.
Ia berharap penguatan kualitas sejak tahap pembibitan dapat membantu mempertahankan posisi tembakau Sumenep sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.
“Harapannya, tembakau Sumenep tidak hanya mempertahankan reputasinya sebagai komoditas premium di tingkat nasional, tetapi juga semakin memiliki daya saing untuk menembus pasar internasional dengan kualitas yang konsisten,” pungkasnya.
Penulis : M
Editor : Red








