GMNI Sumenep Tolak Pemberian Gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto

Senin, 10 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPC GMNI Sumenep, Roni Ardiyanto.

Ketua DPC GMNI Sumenep, Roni Ardiyanto.

SUMENEP, detikkota.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumenep menyatakan sikap tegas menolak rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto. Pernyataan ini disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, Senin (10/11/2025).

Ketua DPC GMNI Sumenep, Roni Ardiyanto, mengatakan bahwa langkah tersebut dianggap mencederai nilai keadilan dan kebenaran sejarah bangsa. Menurutnya, Soeharto tidak layak menyandang gelar Pahlawan Nasional karena masa pemerintahannya diwarnai pelanggaran hak asasi manusia (HAM), pembungkaman demokrasi, serta penindasan terhadap rakyat kecil, terutama kaum buruh dan tani.

“Soeharto adalah simbol rezim otoriter Orde Baru yang bertanggung jawab atas pelanggaran HAM berat dan represi terhadap rakyat. Memberinya gelar pahlawan sama saja dengan mengkhianati perjuangan para pahlawan sejati yang berjuang demi keadilan dan kebebasan,” tegas Roni.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

GMNI Sumenep menilai, gelar Pahlawan Nasional seharusnya diberikan kepada tokoh yang konsisten membela kepentingan rakyat, bukan kepada sosok yang meninggalkan warisan luka dan ketimpangan sosial. Pemberian gelar tersebut, kata Roni, justru berpotensi mengaburkan sejarah dan melukai perasaan para korban rezim Orde Baru yang hingga kini belum mendapatkan keadilan.

Sebagai organisasi yang berlandaskan ideologi Marhaenisme dan berpihak pada kaum tertindas, GMNI Sumenep mengingatkan pemerintah agar tidak menjadikan Hari Pahlawan sebagai ajang glorifikasi kekuasaan.

“Hari Pahlawan seharusnya menjadi momen untuk meneguhkan keberpihakan kepada rakyat dan menjaga kemurnian sejarah perjuangan bangsa, bukan untuk memanipulasi ingatan kolektif,” ujarnya.

GMNI Sumenep menegaskan akan terus mengawal isu ini dan mengajak seluruh organisasi progresif serta masyarakat sipil untuk menolak pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto.

“Hidup rakyat! Hidup Marhaen! Hidup persatuan Indonesia!” seru Roni menutup pernyataannya.

Penulis : Red

Editor : Red

Berita Terkait

BEMSU Soroti Dugaan Kekerasan Seksual di Kangean, Desak Penanganan Serius
Ketua Dewan Pembina MIO Taufiq Rahman Dorong Perbaikan Sistem Usai Maraknya OTT KPK
Penyaluran LPG 3 Kg di Lumajang Ditata Ulang, Akses Masyarakat Jadi Prioritas
TPS Terganggu Aktivitas Pemulung, Pemkot Surabaya Ambil Langkah Tegas
Tambahan Pasokan Digelontorkan, LPG 3 Kg di Lumajang Dipastikan Aman
Parkir Sembarangan Picu Macet di Pasar Anom, Plt Disperkimhub Sumenep Minta Tilang di Tempat
Warga Ciwareng Apresiasi Perbaikan Jalan, Bantah Isu Proyek Siluman
Rehabilitasi Jalan Ciwareng Rampung, Warga Purwakarta Nikmati Akses Lebih Mulus

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 13:12 WIB

BEMSU Soroti Dugaan Kekerasan Seksual di Kangean, Desak Penanganan Serius

Sabtu, 11 April 2026 - 11:10 WIB

Penyaluran LPG 3 Kg di Lumajang Ditata Ulang, Akses Masyarakat Jadi Prioritas

Jumat, 10 April 2026 - 12:03 WIB

TPS Terganggu Aktivitas Pemulung, Pemkot Surabaya Ambil Langkah Tegas

Rabu, 8 April 2026 - 16:49 WIB

Tambahan Pasokan Digelontorkan, LPG 3 Kg di Lumajang Dipastikan Aman

Selasa, 7 April 2026 - 12:51 WIB

Parkir Sembarangan Picu Macet di Pasar Anom, Plt Disperkimhub Sumenep Minta Tilang di Tempat

Berita Terbaru