SUMENEP, detikkota.com — Konsultan Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Haji Rudi, membantah keras isu dugaan pemotongan anggaran pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang belakangan ramai diperbincangkan masyarakat.
Haji Rudi menegaskan, informasi yang beredar tidak benar dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik. Menurutnya, angka-angka yang disebutkan dalam kabar tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Itu tidak benar. Angka-angka yang disampaikan juga keliru dan hanya membuat gaduh serta menimbulkan persepsi yang salah di masyarakat,” kata Haji Rudi, Senin (12/1/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya berfokus pada pendirian bangunan fisik semata. Dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), kata dia, memang tidak terdapat pos anggaran untuk pekerjaan urugan tanah.
“Urugan tanah memang tidak masuk dalam RAB. Pihak-pihak yang terlibat di lapangan, termasuk mandor, seharusnya sudah memahami hal tersebut,” ujarnya.
Haji Rudi mengakui, pelaksanaan proyek nasional tersebut di Kabupaten Sumenep menghadapi tantangan tersendiri, terutama karena kondisi geografis dan kontur tanah yang beragam, termasuk wilayah kepulauan. Hal ini membuat tidak semua desa mampu mengikuti program tersebut.
“Anggaran dari pusat disamaratakan, sementara kebutuhan di lapangan berbeda-beda, terutama di wilayah kepulauan yang tingkat kesulitannya lebih tinggi,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan pihaknya tetap berkomitmen agar pembangunan berjalan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Hingga saat ini, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Sumenep disebut telah terealisasi di lebih dari 100 titik.
Terkait posisinya, Haji Rudi meluruskan bahwa dirinya bertugas sebagai Konsultan Kecamatan Pragaan di bidang sipil, bukan sebagai koordinator tunggal mandor seperti yang ditudingkan dalam isu yang beredar. Ia juga menyebut pengawasan proyek melibatkan unsur Kodim dan Babinsa.
“Pengawasan ada tim tersendiri. Saya hanya membantu di bidang sipil dan teknis bersama tenaga ahli,” jelasnya.
Haji Rudi juga membantah adanya intimidasi atau pihak yang merasa dirugikan dalam pelaksanaan proyek tersebut. Ia menegaskan hingga kini belum ada laporan atau keberatan yang disampaikan secara langsung kepadanya.
“Jika ada yang merasa dirugikan atau terintimidasi, silakan temui saya. Saya siap bertanggung jawab. Sampai sekarang belum ada,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih bijak menyikapi informasi yang beredar serta mendukung kelancaran proyek nasional tersebut. Menurutnya, seluruh proses pembangunan dilakukan secara terbuka dan melibatkan berbagai pihak.
“Tidak ada yang kami tutupi. Semua koordinasi dilakukan bersama, termasuk dengan mandor, pekerja, dan Babinsa,” pungkasnya.
Penulis : Red
Editor : Red







