Inovasi Karna Pitaloka Bangkalan Diresmikan, Kementan Sebut Jadi Model Nasional Perbaikan Tata Kelola Pupuk

Jumat, 21 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGKALAN, detikkota.com – Pemerintah Kabupaten Bangkalan resmi meluncurkan inovasi Karna Pitaloka—program pendataan petani dan lahan pertanian berbasis digital—pada Jumat (21/11/2025) di Pendopo Agung Bangkalan. Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis untuk memperbaiki tata kelola pupuk bersubsidi yang selama ini kerap terkendala persoalan akurasi data.

Karna Pitaloka, singkatan dari Kebijakan Alih Peran Pemetaan Petak Sawah dan Identifikasinya sebagai Strategi Perbaikan Tata Kelola Pupuk Bersubsidi, dipuji Kementerian Pertanian RI sebagai terobosan yang dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Direktur Pupuk Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Jekvy Hendra, menyebut program ini membuka peluang besar untuk mendorong modernisasi pertanian nasional.

“Dari Bangkalan, layar inovasi untuk Indonesia terbuka lebar. Ini bukan sekadar program teknis, tetapi karya inspiratif yang dapat menjadi tolok ukur bagi daerah lain,” ujar Jekvy.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama ini persoalan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) disebut menjadi penyebab utama ketidaktepatan penyaluran pupuk bersubsidi, yang diperkirakan mencapai 20–22 persen. Ketidakakuratan data petani dan luas lahan menyebabkan distribusi tidak sesuai kebutuhan di lapangan.

Melalui digitalisasi, Karna Pitaloka diharapkan dapat menghasilkan pemetaan sawah yang lebih presisi, verifikasi petani yang lebih valid, serta penyaluran pupuk yang terukur. Jekvy menambahkan bahwa sistem ini dapat diintegrasikan dengan basis data nasional seperti pendataan lahan sawah berkelanjutan (LSD), data kependudukan, hingga program pengentasan kemiskinan.

Dukungan juga datang dari Pupuk Indonesia meski dalam kapasitas terbatas. Pemerintah desa didorong untuk memanfaatkan Dana Desa guna menekan biaya distribusi pupuk, termasuk melalui penyediaan kendaraan roda tiga dan perbaikan infrastruktur seperti Jalan Usaha Tani.

Dalam acara peluncuran, pemerintah memastikan seluruh petani telah masuk dalam sistem pendataan digital. Masyarakat yang belum terdata diminta melakukan pelaporan melalui kanal resmi, yang disebut akan ditindaklanjuti bahkan hingga pengecekan lapangan bersama Bupati Bangkalan.

Terkait Harga Eceran Tertinggi (HET), pemerintah menegaskan tidak ada perubahan: pupuk Urea tetap Rp1.800 per kilogram dan NPK Rp1.840 per kilogram. Adapun biaya transportasi hingga tingkat petani menjadi tanggung jawab kelompok tani dan pemangku kebijakan di wilayah.

Jekvy juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bangkalan yang dinilai memiliki visi inovatif dalam memperkuat sistem pertanian daerah. Ia optimistis jika Karna Pitaloka diterapkan secara penuh, Bangkalan berpotensi menjadi daerah percontohan digitalisasi pertanian di Indonesia.

Program Karna Pitaloka diharapkan mampu meningkatkan transparansi, memastikan distribusi pupuk bersubsidi tepat sasaran, serta memperkuat posisi Bangkalan sebagai pelopor modernisasi tata kelola pertanian.

Penulis : AS

Editor : Red

Berita Terkait

Ribuan PPPK Paruh Waktu di Lumajang Tidak Terima THR 2026, Pemkab Beri Penjelasan
Wali Kota Probolinggo Sambut Kunjungan Danrem 083/BDJ di Makodim 0820
Pemkot Probolinggo Buka Ramadan Fest dan Pasar Murah 2026 di GOR Ahmad Yani
Jalan Cilulumpang–Parang Gombong Bergeser, DPUTR Purwakarta Tunggu Komitmen PJT II
Pemkab Bangkalan Gandeng Balai Besar Perbenihan Surabaya, Kembangkan Tebu dan Kelapa untuk Swasembada Gula
Pemkab Lumajang Buka Program Mudik Gratis 2026, Prioritaskan Keselamatan Pemudik
Dedi Juhari Sampaikan Perkembangan Tiga Raperda Inisiatif DPRD Purwakarta
Pemkab Sumenep Kurangi Jam Kerja ASN Selama Ramadan 1447 H

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 10:42 WIB

Ribuan PPPK Paruh Waktu di Lumajang Tidak Terima THR 2026, Pemkab Beri Penjelasan

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:57 WIB

Wali Kota Probolinggo Sambut Kunjungan Danrem 083/BDJ di Makodim 0820

Sabtu, 21 Februari 2026 - 21:19 WIB

Pemkot Probolinggo Buka Ramadan Fest dan Pasar Murah 2026 di GOR Ahmad Yani

Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:47 WIB

Jalan Cilulumpang–Parang Gombong Bergeser, DPUTR Purwakarta Tunggu Komitmen PJT II

Sabtu, 21 Februari 2026 - 07:39 WIB

Pemkab Bangkalan Gandeng Balai Besar Perbenihan Surabaya, Kembangkan Tebu dan Kelapa untuk Swasembada Gula

Berita Terbaru