Kapolsek Masalembu: Tidak Benar, Dugaan Pemotongan Honor Pantarlih Oleh PPS Sukajeruk Selasai Di Sini

Kamis, 25 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

SUMENEP, detikkota.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur membantah pernyataan Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Sukajeruk yang menyebut bahwa masalah dugaan pemotongan honor Pantarlih sebesar Rp 500 ribu telah diselesaikan di kantornya.

Meski anggota PPS Sukajeruk datang ke Mapolsek Masalembu berkonsultasi perihal pencemaran nama baik.

Kapolsek Masalembu, AKP Mohammad Budi Santoso mengatakan, pihak kepolisian tidak memiliki kewenangan melakukan penyelesaian masalah dugaan pemotongan honor Pantarlih oleh PPS Sukajeruk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Budi menuturkan, beberapa waktu lalu pihaknya diminta oleh PPS Sukajeruk untuk memidiasi persoalan tersebut.

Dalam mediasi tersebut hadir 2 nggota PPS Sukajeruk, Yushy Anggraini dan Jailani dan 2 petugas Pantarlih yang honornya diduga dipotong oleh PPS, yaitu Ana Triyuli (Pantarlih TPS 3) dan Musahra (Pantarlih TPS 24) serta disaksikan oleh PPK Kecamatan Masalembu.

“Ranah saya waktu itu bukan menyelesaikan dugaan pemotongan honor Pantarlih di PPS Sukajeruk,” ujarnya melalui saluran telfon, Kamis (25/5/2023).

Budi Santoso memastikan jika persoalan dugaan pemotongan honor Pantarlih oleh PPS Sukajeruk tersebut belum selesai di Polsek Masalembu.

Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada lembaga yang memiliki kewenangan yaitu Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kecamatan Masalembu.

“Belum selesai. Kalau mau menindaklanjuti, ya silahkan Panwas dan PPK Masalembu. Sebab, di situ juga tidak jadi pelaporan pencemaran nama baik,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua PPS Desa Sukajeruk, Jailani ketika dikonfirmasi pada Rabu (23/5/2023) pukul 22.48 WIB mengatakan dengan singkat jika persoalan tersebut sudah selesai di Polsek Masalembu.

“Semua sudah kelar di Polsek, itu komentar saya, ” ujarnya singkat.

Jailani juga menolak memberikan keterangan perihal dugaan pemotongan honor oleh PPS Sukajeruk terhadap kedua orang petugas Pantarlih.

Terpisah, aanggota PPS Sukajeruk lainnya, Yushy Anggraini ketika dihubungi melalui saluran telfon pada Rabu (25/5/2023) siang memilih menghindar dan menutup telfon setelah hendak dikonfirmasi perihal dugaan pemotongan honor Pantarlih yang bertugas di TPS 3 dan TPS 24.

Media ini kembali mencoba menghubungi yang bersangkutan berkali-kali, namun tetap tidak diangkat.

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Sumenep Ringkus Pengedar Sabu, Delapan Poket Disita
Mahfud MD Nilai Penangkapan Eks Kepala BGN Tepat, Soroti Tata Kelola Program MBG
Aktivis dan Praktisi Hukum Datangi PN Sumenep, Pertanyakan Eksekusi Lahan Sengketa yang Belum Terlaksana
Disdukcapil Sumenep Matangkan Penerapan Pemblokiran Layanan Publik bagi Mantan Suami yang Abaikan Nafkah
Bulan Bung Karno, Bupati Sumenep Ajak ASN dan Karyawan BUMD Kenakan Peci Nasional Selama Juni
Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Nilai Kebangsaan
KNPI Sumenep Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Komitmen Perkuat Nasionalisme Pemuda
KNPI Sumenep: Pemuda Harus Jadi Motor Kemajuan Berlandaskan Pancasila

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:08 WIB

Satresnarkoba Polres Sumenep Ringkus Pengedar Sabu, Delapan Poket Disita

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:39 WIB

Mahfud MD Nilai Penangkapan Eks Kepala BGN Tepat, Soroti Tata Kelola Program MBG

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:09 WIB

Aktivis dan Praktisi Hukum Datangi PN Sumenep, Pertanyakan Eksekusi Lahan Sengketa yang Belum Terlaksana

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:03 WIB

Disdukcapil Sumenep Matangkan Penerapan Pemblokiran Layanan Publik bagi Mantan Suami yang Abaikan Nafkah

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:03 WIB

Bulan Bung Karno, Bupati Sumenep Ajak ASN dan Karyawan BUMD Kenakan Peci Nasional Selama Juni

Berita Terbaru