Kasus Penyelundupan Pupuk Bersubsidi di Sumenep Kembali Seret Pelaku Baru

Kamis, 6 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

SEMENEP, detikkota.com – Kasus penyelundupan pupuk bersubsidi ke luar Madura dari Kabupaten Sumenep kembali menyeret pelaku baru berinisial “D”. Padahal, teka-teki keberadaann inisal “S” yang berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) hingga saat ini masih belum terjawab.

Berdasarkan keterangan terdakwah Harun, sopir truk, “D” menawarkan dan menghubungkan dirinya dengan Wardiyanto untuk mengangkut pupuk dari Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep.

Setelah terjadi komunikasi dan pada saat pengangkutan, dirinya diminta untuk menunggu di salah satu pom mini yang ada di Kecamatan Bluto. Sementara truk miliknya dibawa oleh Wardiyanto ke rumahnya untuk menaikkan barang yang akan diangkut tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya ditawari oleh D untuk mengangkut barang, kemudian dikenalkan dengan Pak Wardi. Akhirnya saya berangtkat ke Sumenep, tapi disuruh nunggu di pom mini Bluto” jelasnya di depan persidangan, Selasa (20/6/2023) lalu.

Harun menerangkan, setelah menunggu di pom mini kurang lebih 2 jam, akhirnya Wardiyanto kembali dan memberitahu dirinya bahwa truk telah terisi penuh dengan muatan sebanyak 9 ton pupuk.

Wardiyanto menyuruh Harun berangkat menuju Jembatan Suramadu dan diminta melapor kepada D untuk mendapatkan arahan lokasi penurunan pupuk bersubsidi tersebut.

“Suruh berangkat sama Pak Wardi, kalau sudah sampai di Suramadu diminta untuk menelpon ke D, nanti diarahkan oleh D,” imbuhnya.

Namun, sebelum sampai di Suramadu, truk yang dikendarainya dihentikan paksa oleh petugas kepolisian. Dirinya mengaku juga ditanyai terkait kelengkapan surat-surat distribusi pupuk bersubsidi tersebut, namun tidak dapat menunjukkan.

“Diberhentikan di perbatasan Sumenep itu, Pak. Tidak ada surat-suratnya,” tandasnya.

Berita Terkait

TMI Sumenep Soroti Dugaan Mafia Solar Subsidi Gunakan Barcode Nelayan dan Petani
Polres Sumenep Sambut Positif Rencana Kerja Sama dengan LBH GP Ansor
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:32 WIB

TMI Sumenep Soroti Dugaan Mafia Solar Subsidi Gunakan Barcode Nelayan dan Petani

Kamis, 8 Januari 2026 - 11:13 WIB

Polres Sumenep Sambut Positif Rencana Kerja Sama dengan LBH GP Ansor

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Berita Terbaru