Ketua DPRD Demak Bantu Guru Madin dan Serukan Penyelesaian Damai Kasus Pendidikan

Sabtu, 19 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kabupaten Demak, Zayinul Fata, memberikan bantuan untuk menggantikan uang denda yang dibebankan kepada Zuhdi, seorang guru Madrasah Diniyah (Madin) di Kecamatan Karanganyar, Demak, yang sempat dilaporkan ke polisi atas dugaan kekerasan terhadap seorang siswa.

Ketua DPRD Kabupaten Demak, Zayinul Fata, memberikan bantuan untuk menggantikan uang denda yang dibebankan kepada Zuhdi, seorang guru Madrasah Diniyah (Madin) di Kecamatan Karanganyar, Demak, yang sempat dilaporkan ke polisi atas dugaan kekerasan terhadap seorang siswa.

DEMAK, detikkota.com – Ketua DPRD Kabupaten Demak, Zayinul Fata, memberikan bantuan untuk menggantikan uang denda yang dibebankan kepada Zuhdi, seorang guru Madrasah Diniyah (Madin) di Kecamatan Karanganyar, Demak, yang sempat dilaporkan ke polisi atas dugaan kekerasan terhadap seorang siswa.

Zayinul menegaskan pentingnya menyikapi persoalan di dunia pendidikan secara arif dan bijaksana. Ia menyayangkan insiden kesalahpahaman antara guru dan murid tersebut hingga berujung pada pelaporan hukum. Menurutnya, penyelesaian semacam ini seharusnya mengedepankan mediasi dan musyawarah, terlebih karena terjadi dalam konteks pendidikan.

“Saya harap peristiwa ini menjadi pelajaran bersama. Guru dan orang tua harus menjaga komunikasi dan tidak terburu-buru menempuh jalur hukum sebelum mediasi dilakukan,” ujar Zayinul.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara menghormati peran guru dan melindungi hak-hak siswa. “Jangan sampai guru yang berniat mendidik justru dikriminalisasi. Namun, kekerasan juga tidak bisa dibenarkan. Semua harus berjalan secara proporsional,” tambahnya.

DPRD Demak, lanjut Zayinul, siap memfasilitasi jika dibutuhkan regulasi yang lebih adil dan edukatif dalam menangani persoalan serupa di masa depan.

Berita Terkait

Tak Perlu Lagi ke Kota, Urus Adminduk di Bangkalan Mulai 2027 Bisa dari Kecamatan
Petani Jatisari Probolinggo Dilatih Ubah Kotoran Kambing Jadi Pupuk Hayati
Tunggakan PBB Sumenep Dipangkas 95 Persen, Warga Cuma Punya Waktu sampai 31 Oktober
Kekeringan Melanda Tanah Merah, Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Air Bersih
Kapolresta Sumenep Imbau Masyarakat Waspada Erupsi Gunung Anak Krakatau
Banyuwangi Kembangkan Sistem Refill untuk Tekan Sampah Kemasan Sekali Pakai
82 Personel Polresta Sumenep Disiagakan Amankan Tongtong Se-Madura, Kemacetan Jadi Perhatian
Kebakaran Kawah Ijen Meluas, Bupati Banyuwangi Usulkan Helikopter Water Bombing

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:14 WIB

Tak Perlu Lagi ke Kota, Urus Adminduk di Bangkalan Mulai 2027 Bisa dari Kecamatan

Selasa, 8 September 2026 - 13:19 WIB

Tunggakan PBB Sumenep Dipangkas 95 Persen, Warga Cuma Punya Waktu sampai 31 Oktober

Selasa, 8 September 2026 - 13:02 WIB

Kekeringan Melanda Tanah Merah, Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Air Bersih

Senin, 7 September 2026 - 12:32 WIB

Kapolresta Sumenep Imbau Masyarakat Waspada Erupsi Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026 - 10:02 WIB

Banyuwangi Kembangkan Sistem Refill untuk Tekan Sampah Kemasan Sekali Pakai

Berita Terbaru