KPU-TAPD Sumenep Tawar-Menawar Anggaran Pilkada 2024, Syaifurrahman: Bisa Bersepakat Diangka Berapa?

Selasa, 29 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisioner KPU Sumenep, Syaifurrahman.

Komisioner KPU Sumenep, Syaifurrahman.

SUMENEP, detikkota.com – Besaran anggaran pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 masih belum ada kesepakatan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep meminta anggaran sebesar Rp82,8 miliar. Sementara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) baru bisa mengalokasikan Rp70 miliar.

Adanya ‘tawar-menawar’ itu berpijak pada alasan masing-masing. KPU mengatakan ada kenaikan harga barang dan jasa sehingga butuh anggaran lebih besar dibandingkan dari Pilkada sebelumnya. Sementara pemerintah daerah menyatakan bahwa alokasi anggaran Pilkada sebelumnya tidak habis dan masih ada pengembalian kelebihan dana dari KPU.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komisioner KPU Semenep, Syaifurrahman meminta agar anggaran distribusi logistik Pilkada 2024 tidak dikurangi. Mengingat, wilayah Sumenep yang sebagian besar merupakan kepulauan.

“Anggaran Pilkada di Sumenep besar lantaran ada wilayah kepulauan. Khususnya pada anggaran distribusi logistik,” jelasnya, Selasa (29/8/2023).

Untuk wilayah kepulauan, lanjut Syaifurrahman, KPU membagi dalam 3 kategori, yakni kepulauan dekat, kepulauan sedang dan kepulauan jauh.

Khusus wilayah kepulauan, kata mantan aktovis PMII itu, harus dilakukan langkah antisipasi apabila terjadi cuaca buruk dan tidak ada kapal yang berlayar.

“Biaya distribusi logistik ke kepulauan ini memang besar. Angkanya kami berpatokan pada Pilkada sebelumnya. Kalau sekarang mestinya kan tarif kapal atau perahu itu naik. Jangan malah dikurangi. Kalau dikurangi lagi, kami khawatir tidak cukup,” tegasnya.

Sebelumnya, KPU Sumenep telah merasionalisasi anggaran yang diajukan, dari semula Rp110 miliar menjadi Rp82,8 miliar. Namun, TAPD meminta agar anggaran tersebut dirasionalisasi lagi menjadi Rp72 miliar.

“Kalau dari KPU, mentok diangka Rp82,8 miliar. Kami berharap tidak dikurangi lagi. Sedangkan dari TAPD, tetap minta dirasionalisasi menjadi Rp72 miliar. Jadi ini masih proses, belum ada titik temu antara KPU dan TAPD,” tuturnya.

Dia menambahkan, untuk pos anggaran lain seperti rapat koordinasi (rakor) sudah dirasionalisasi. Misalnya rakor yang semula dijadwalkan 10 kali dipangkas menjadi 5 kali.

“Ada beberapa poin lagi yang sudah berusaha kami rasionalisasi. Artinya anggaran Rp82,8 miliar yang kami ajukan ini sudah benar-benar hasil rasionalisasi. Kami tinggal menunggu kompromi-kompromi dengan TAPD, apakah tetap Rp72 miliar, atau mungkin kita bisa bersepakat di angka berapa?,” pungkasnya.

Sementara Ketua TAPD Pemkab Sumenep, Edy Rasiyadi menjelaskan, anggaran Pilkada yang disiapkan TAPD sebesar Rp70 miliar. Menurutnya, angka tersebut sudah final sesuai kemampuan Pemkab Sumenep.

“KPU silakan merasionalisasi lagi. Dari Pemkab kemampuan anggarannya Rp70 miliar. Apalagi untuk Pilkada nanti KPU juga ditopang anggaran dari APBD Provinsi, tidak hanya dari APBD Sumenep,” jelas Edy.

Berita Terkait

Bupati Sumenep Instruksikan ASN Baca Surat Al-Waqi’ah 111.111 Kali
Wabup Sumenep Tekankan Disiplin ASN dalam Menjalankan Tugas
Pemkab Sumenep Wajibkan ASN dan Non-ASN Kenakan Pakaian Santri pada 19–22 Oktober 2026
Prabowo Panggil Bahlil, Evaluasi Gangguan Listrik dan Pastikan Stok BBM Nasional Aman
KKKS Kabupaten Probolinggo Salurkan Bantuan Usaha Produktif untuk Keluarga ODGJ
Pejabat Pemkab Banyuwangi Jalani Tes Urine, Tegaskan Komitmen Zero Tolerance Narkoba
Rutan Kraksaan dan Dinkes Probolinggo Perkuat Layanan Kesehatan Warga Binaan
58 ASN Pemkot Surabaya Dijatuhi Sanksi Disiplin hingga September 2026

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Bupati Sumenep Instruksikan ASN Baca Surat Al-Waqi’ah 111.111 Kali

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Wabup Sumenep Tekankan Disiplin ASN dalam Menjalankan Tugas

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:19 WIB

Pemkab Sumenep Wajibkan ASN dan Non-ASN Kenakan Pakaian Santri pada 19–22 Oktober 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Prabowo Panggil Bahlil, Evaluasi Gangguan Listrik dan Pastikan Stok BBM Nasional Aman

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:32 WIB

KKKS Kabupaten Probolinggo Salurkan Bantuan Usaha Produktif untuk Keluarga ODGJ

Berita Terbaru