Pasar Tani Goes To Mall Targetkan Omzet 500 Juta di Awal November

Sabtu, 7 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasar Tani Goes To Mall

Pasar Tani Goes To Mall

JAKARTA, detikkota.com – Kementerian pertanian kembali menghadirkan Pasar Tani Goes to Mall. Pasar tani yang dimulai sejak 2018 telah mengadakan transaksi penjualan di pasar modern dan mal di seluruh Indonesia rutin satu bulan sekali.

Meski sempat off selama pandemi, terhitung mulai Juli 2020 kembali melakukan transaksi penjualan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Pasar Tani Goes to Mall kali ini diselenggarakan di Mall of Indonesia (MOI) Kelapa Gading. Acaranya berlangsung 10 hari terhitung 5 – 15 November 2020 dengan menghimpun 31 pelaku usaha dari berbagai wilayah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tercatat petani yang tergabung antara lain Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Majalengka, Cirebon, Wonosobo, Bogor, Cianjur, Lembang dan Kebumen.

Beberapa petani yang tidak dapat hadir bisa tetap berkontribusi mengirimkan produknya seperti petani dari Jogja (salak pondoh), Probolinggo (mangga), Lumajang (Naga) dan Bengkulu (jeruk keprok RGL).

Tujuannya tidak lain mendorong petani meluaskan jejaring pasar ke mal-mal melalui dukungan Direktorat Jenderal Hortikultura.

“Saatnya kita berperan serta mendukung gerakkan para petani. Awalnya kita mencari, sekarang mal yang mencari kita. Kita memperpendek rantai pasok.

Kami hadir dengan harga kompetitif untuk mendorong petani kreatif naik kelas,” ujar Retno Sri Hartati Mulyandari, Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura, saat membuka Pasar Tani Goes to Mall, Kamis (5/11).

Dirinya menyatakan, kehadiran pasar tani sangat berpengaruh terhadap rantai pasok. Petani bisa langsung menjual hasil panennya dan konsumen memperoleh produksi segar langsung dari petani.

Kendati penjualan masih terbatas secara fisik, pandemi Covid-19 tidak mengurangi antusiasme pengunjung untuk melihat dan mencicipi aneka produk segar dan olahan para petani.

“Kegiatan ini bisa mengoptimalkan kontak tani seluruh Indonesia. Saatnya kita promosi besar-besaran. Paling tidak, ada segala varietas lokal unggul yang bisa kita tampilkan. Kami juga tampilkan bawang putih lokal. Kita tunjukkan ke masyarakat bahwa Indonesia bisa mandiri bawang putih,” lanjut Retno.

Menyoal harga, dirinya mengatakan bahwa harga yang ditawarkan cukup kompetitif. Ada titik temu antara petani dan konsumen.

Tujuannya selain untuk mengembangkan pasar tani agar lebih dikenal masyarakat luas, juga menaikkan minat masyarakat terhadap hasil pertanian lokal.

“Kami bawa petani ke mal dengan tujuan agar pihak mal dapat menjaring petani masuk ke mal. Mal tertarik untuk bekerja sama dengan petani.

Selain itu, event ini juga memberikan kesempatan bagi petani melihat dan merambah ke pasar modern, mengetahui preferensi pasar, serta dapat terhubung dengan konsumen untuk jangka panjang,” papar Retno lebih lanjut.

Ketua Asosiasi Pasar Tani Jakarta, Wiwik Hartati menargetkan omzet pada kegiatan kali ini dapat mencapai Rp 400 – 500 juta. Dirinya meyakini, keterbatasan yang ada tidak mengurangi animo masyarakat untuk berbelanja aneka produk hortikultura lokal.

“Pasar Tani Goes to Mall memperpendek rantai pasar, harga kompetitif dengan kualitas produk bagus dan lebih segar karena langsung dari petani atau UMKM. Selain itu, event ini juga bertujuan membangun jaringan ke mal dan konsumen,” jelas Wiwik.

Salah satu pengunjung, Rich merasa takjub bahwa produk yang ditampilkan berasal dari petani langsung. Dirinya sangat mengapresiasi Kementerian Pertanian atas dukungan penyelenggaraan pasar tani di mal.

“Saya senang karena ini semua langsung dari petani. Saya baru pertama kali melihat ada alpukat dan srikaya berukuran sangat besar. Saya berharap kegiatan ini dapat terus berlangsung. Saya mengajak masyarakat untuk berkunjung dan berbelanja aneka buah dan sayur segar di sini.” pungkas Rich. (Dw.A/Red)

Berita Terkait

Program Gentengisasi Merah Putih Direalisasikan, 500 Ribu Genteng dari Plered Dikirim Menggunakan 125 Truk
Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Tersangka, Ditpolair Korpolairud Lakukan Penahanan
Satpol PP Surabaya Segel Toko Mihol di Wonokromo, 10 Botol Diamankan
Triwulan III 2026, Polda Jatim Ungkap 1.870 Kasus Narkoba
Tol Prosiwangi Gending–Paiton Dibuka Gratis Mulai 30 September, Berlaku 14 Hari
Buruh KASBI Demo di DPRD Jatim, Desak UU Perlindungan Ketenagakerjaan Segera Disahkan
Polda Jatim Rotasi Sejumlah Pejabat, Kabid TIK hingga Kapolres Berganti
DitresSiber Polda Jatim Buka Hotline Pengaduan Penipuan Online Jaringan Internasional

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Program Gentengisasi Merah Putih Direalisasikan, 500 Ribu Genteng dari Plered Dikirim Menggunakan 125 Truk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Tersangka, Ditpolair Korpolairud Lakukan Penahanan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Satpol PP Surabaya Segel Toko Mihol di Wonokromo, 10 Botol Diamankan

Rabu, 30 September 2026 - 12:51 WIB

Triwulan III 2026, Polda Jatim Ungkap 1.870 Kasus Narkoba

Selasa, 29 September 2026 - 15:45 WIB

Tol Prosiwangi Gending–Paiton Dibuka Gratis Mulai 30 September, Berlaku 14 Hari

Berita Terbaru

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir saat memberikan penjelasan mengenai sejumlah pejabat Polri mendapat penugasan baru dalam mutasi 88 Pati dan Pamen yang mencakup jabatan strategis Mabes Polri serta 19 Kapolda.

Nasional

Polri Mutasi 88 Pati dan Pamen, 19 Kapolda Berganti

Sabtu, 3 Okt 2026 - 14:14 WIB