Pengaruh Partai Lokal Aceh Masih Kuat Di Pilkada 2024

Rabu, 7 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Usman Lamreung, (Pengamat Sosial dan Politik dan Akademisi Universitas Abulyatama )

Usman Lamreung, (Pengamat Sosial dan Politik dan Akademisi Universitas Abulyatama )

BANDA ACEH, detikkota.com – Membaca peta kekuatan dan eksistensi Partai Lokal (Parlok) dan Partai Nasional (Parnas) di Aceh hasil pemilu legislatif 2024 menarik untuk menguji kekuatan dalam mempengaruhi politik Aceh dalam merebut kekuasaan kursi Aceh satu.

Pemilu Legislatif 2024 dominasi dan eksistensi Partai Aceh terlihat makin kuat sebagai kekuatan politik lokal Aceh masih sangat berpengaruh.

“Hal itu terbukti Partai Aceh tetap sebagai pemenang Pileg di Aceh dengan menambah kurdi di DPRA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagaimana diketahui bahwa pada Pileg 2019 yang lalu Partai Aceh bertahan sebagai pemenang Pileg dengan jumlah 18 kursi, kendati jumlah itu turun dratis dibanding dengan Pileg 2014.

“Nah, itu artinya dalam rentang waktu lima tahun terakhir eksistensi kepercayaan dari rakyat kepada Partai Aceh makin turun,” tutur Usman.

Namun pada Pileg 2024 ini, Partai Aceh masih tetap eksis dan bertahan sebagai pemenang pemilu dengan menambah 4 kursi, yaitu 22 kursi.

Daerah yang dikuasai Partai Aceh pada Pileg 2024 adalah Sabang, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Tamiang dan Aceh Jaya.

“Itu artinya kekuatan Partai Aceh dominan ada di wilayah pesisir timur,” kata dosen Unaya Aceh ini.

Cuma katanya masih ada pertanyaan besar yang belum terjawab yaitu mengapa Bireuen dan Langsa Partai Aceh tidak lagi mendapat dukungan rakyat?.

Kenapa pula Bireuen dan Langsa suara rakyat bisa di ambil oleh Partai Golkar dan PAN, padahal Bireuen dan Langsa juga bagian kekuatan Partai Aceh?.

“Bukankah Bireuen dan Langsa banyak pentolan Partai Aceh yang disegani?,” ujar Usman Lamreung.Rabu, (7/8).

Pesisir Barat Aceh Partai Aceh yang masih kuat adalah Aceh Jaya, sedangkan Aceh Barat, Abdya dan Aceh Selatan dulu juga sebagai kekuatan Partai Aceh, namun pada Pileg 2024 dikuasai Partai Nasional dan PNA?

*Koalisi sebuah keharusan*

Dari Peta politik hasil Pileg Partai Aceh sebagai pemenang pemilu 2024, namun pesebaran suara dan kursi masih perlu dibangun koalisi untuk dapat mensukseskan sebagai pemenang PILKADA November 2024.

Koalisi sebuah keharusan yang harus di bangun oleh Partai Aceh, pertama untuk memuluskan kemenangan Kursi Aceh satu, kedua memudahkan membangun komunikasi politik termasuk dengan pemerintah pusat, apalagi banyak hajatan yang harus diselesaikan salah satunya adalah revisi UUPA.

Maka sudah sangat wajar Partai Aceh dengan memperkuat barisan koalisi sangat memungkinkan mengambil calon wagub pendamping Mualem dari Parnas.

Berita Terkait

Wabup Sumenep Dorong Program HDDAP untuk Perkuat Hortikultura dan Kesejahteraan Petani
Pemkab Sumenep Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak Lewat Pembentukan Satgas PPA Desa
Pemkot Surabaya Hapus Denda PBB-P2 Jelang HJKS ke-733
Bupati Lumajang Tekankan Literasi Keuangan sebagai Fondasi Stabilitas Ekonomi Daerah
Dinsos P3A Sumenep Perluas Jangkauan Satgas PPA Hingga Tingkat Desa
Pemkot Surabaya Tertibkan Data DTSEN 2025, Warga Belum Verifikasi Dibatasi Akses Layanan
Sekdakab Sumenep Tekankan Tindak Lanjut Temuan BPK dan Efisiensi BBM
Sekdakab Sumenep Dorong Festival Ojung Jadi Ikon Wisata Budaya Bernilai Ekonomi

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 17:24 WIB

Wabup Sumenep Dorong Program HDDAP untuk Perkuat Hortikultura dan Kesejahteraan Petani

Kamis, 16 April 2026 - 10:53 WIB

Pemkot Surabaya Hapus Denda PBB-P2 Jelang HJKS ke-733

Kamis, 16 April 2026 - 10:51 WIB

Bupati Lumajang Tekankan Literasi Keuangan sebagai Fondasi Stabilitas Ekonomi Daerah

Rabu, 15 April 2026 - 11:28 WIB

Dinsos P3A Sumenep Perluas Jangkauan Satgas PPA Hingga Tingkat Desa

Selasa, 14 April 2026 - 07:43 WIB

Pemkot Surabaya Tertibkan Data DTSEN 2025, Warga Belum Verifikasi Dibatasi Akses Layanan

Berita Terbaru